BONDOWOSO, PD. IPARI Bondowoso βΒ Peringatan Natal dan Tahun Baru menjadi ruang refleksi bersama bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus merawat kebersamaan, toleransi, dan persaudaraan di tengah keberagaman. Momen ini tidak hanya dimaknai sebagai pergantian waktu, tetapi juga sebagai kesempatan memperkuat nilai-nilai moderasi beragama demi terciptanya kehidupan sosial yang harmonis dan berkeadaban.
Ketua PD IPARI Kabupaten Bondowoso,Β Imam Huzaeni, S.Ag, mengajak seluruh warga masyarakat untuk menjaga kondusifitas lingkungan menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru. Ia menegaskan pentingnya peran penyuluh agama Islam se-Kabupaten Bondowoso sebagai jembatan komunikasi dan perekat sosial di tengah masyarakat yang majemuk.
Melalui kelompok binaan masing-masing, para penyuluh agama diharapkan terus menyampaikan pesan-pesan damai, mengajak masyarakat untuk saling menghormati perbedaan keyakinan, serta menumbuhkan sikap empati dan kepedulian sosial. Menurut Imam Huzaeni, moderasi beragama harus hadir dalam tindakan nyata, tercermin dalam perilaku saling menghargai dan menjaga ketenteraman bersama.
βKerukunan dan kedamaian tidak lahir dengan sendirinya, tetapi perlu dirawat bersama. Penyuluh agama memiliki peran strategis untuk menenangkan, mengedukasi, dan menguatkan semangat persaudaraan di tengah masyarakat,β ujarnya.
Dengan terjaganya suasana yang aman, rukun, dan kondusif, perayaan Natal dan Tahun Baru di Kabupaten Bondowoso diharapkan dapat berlangsung penuh kedamaian. Semangat moderasi beragama yang terus digaungkan menjadi modal sosial penting dalam membangun Bondowoso yang harmonis serta berkontribusi bagi kemajuan bangsa
Oleh: Imam Huzaeni (Ketua PD. IPARI Bondowoso)
