Menginspirasi Peserta Didik Baru, Penyuluh Agama Islam Tamanan Terima Penghargaan dari SMPN 1 Tamanan

BONDOWOSO, Kepala SMP Negeri 1 Tamanan memberikan penghargaan kepada Penyuluh Agama Islam Kecamatan Tamanan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya dalam mendukung pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027. Selasa (14/7/2026)

Penyerahan piagam penghargaan tersebut disaksikan oleh dewan guru dan seluruh peserta MPLS atas peran aktif penyuluh dalam memberikan pembinaan karakter dan pendidikan akhlak kepada peserta didik baru.

Dalam kegiatan tersebut, peserta didik memperoleh pembekalan mengenai etika pergaulan, pencegahan perundungan (bullying), serta penguatan karakter sebagai bekal menjalani kehidupan sekolah yang positif dan produktif.

Kepala SMPN 1 Tamanan, Drs. Syafi’i, menyampaikan, sinergi antara lembaga pendidikan dan penyuluh agama memiliki peran penting dalam membentuk peserta didik yang berkarakter, berakhlak mulia, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi..

“Kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk menanamkan nilai-nilai moral, kedisiplinan, dan kepedulian sosial kepada peserta didik sejak awal mereka memasuki lingkungan sekolah,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi dedikasi Penyuluh Agama Islam Kecamatan Tamanan yang secara konsisten berkontribusi dalam berbagai kegiatan pembinaan di sekolah. Menurutnya, kehadiran penyuluh agama memberikan nilai tambah dalam upaya membangun karakter peserta didik.

Pada kesempatan tersebut, Akrim Billah, S.Pd.I., M.E., menjadi narasumber dengan menyampaikan materi bertajuk “Adolescent Social Etiquette, Bullying Prevention, and Character Development.” Materi tersebut membahas pentingnya etika sosial, pencegahan perundungan, serta penguatan karakter di kalangan remaja.

Peserta didik harus memiliki sikap saling menghormati, baik kepada guru, orang tua, teman sebaya, maupun masyarakat. Kesantunan dalam berkomunikasi merupakan cerminan karakter seseorang. ,” ujar Akrim Billah.

Ia juga mengajak seluruh peserta didik untuk berperan aktif menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, ramah, dan bebas dari perundungan.

“Ayo kita bangun budaya saling menghargai, saling peduli, dan saling menguatkan sehingga tercipta lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan menyenangkan bagi semua,” ujarnya.

Menurut Akrim Billah, penguatan karakter menjadi salah satu kunci utama dalam membentuk generasi yang mampu menghadapi berbagai tantangan di masa depan.

“Karakter yang baik tidak terbentuk secara instan, tetapi melalui pembiasaan setiap hari. Disiplin, tanggung jawab, kejujuran, kerja sama, dan kepedulian terhadap sesama harus terus dilatih dan diterapkan, baik di sekolah, di rumah, maupun di lingkungan masyarakat.” tutupnya.

Terpantau selama sesi berlangsung, peserta didik tampak aktif mengikuti penyampaian materi. Diskusi interaktif antara narasumber dan siswa menciptakan suasana pembelajaran yang komunikatif sehingga materi dapat diterima dengan baik.

Penulis: Akrim Billah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *