Pastikan Arah Kiblat Presisi, KUA Kecamatan Ijen Gelar Sosialisasi Teknis Gerakan Indonesia Berkiblat

BONDOWOSO, PD IPARI Bondowoso – Dalam upaya memastikan akurasi arah kiblat tempat ibadah, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Ijen menggelar Sosialisasi Teknis Gerakan Indonesia Berkiblat di Masjid An-Nur, Desa Sempol, Kecamatan Ijen, Kabupaten Bondowoso, Rabu (8/7/2026) malam.

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai tindak lanjut Gerakan Indonesia Berkiblat yang diinisiasi Kementerian Agama sekaligus menyambut fenomena astronomis Istiwa’ A’dzam atau Rashdul Kiblat, yakni saat matahari tepat berada di atas Ka’bah. Fenomena tersebut menjadi momen paling akurat untuk memverifikasi arah kiblat secara ilmiah tanpa menggunakan peralatan yang rumit.

Sosialisasi diikuti puluhan peserta yang terdiri atas pengurus takmir masjid dan musala, tokoh agama, Imamuddin, para ustaz, serta tokoh masyarakat dari sejumlah desa di Kecamatan Ijen, di antaranya Desa Sempol, Desa Kalianyar, dan Desa Kalisat.

Para peserta merupakan pengelola tempat ibadah yang diharapkan dapat menjadi penggerak dalam memastikan arah kiblat masjid dan musala di wilayah masing-masing sesuai dengan kaidah ilmu falak.

Kegiatan diawali dengan pembukaan, dilanjutkan sambutan Ketua Takmir Masjid An-Nur Sempol, Ustadz Dila. Acara kemudian dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kecamatan Ijen, Ustadz Zainal, sebagai ikhtiar agar kegiatan berjalan lancar dan membawa manfaat bagi masyarakat.

Pada sesi utama, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Ijen, Ahmad Fathur Rohim, S.Ag., memaparkan materi mengenai teknik pengukuran dan verifikasi arah kiblat menggunakan metode Rashdul Kiblat. Peserta juga diberikan simulasi praktis mengenai cara memanfaatkan bayangan benda tegak lurus ketika matahari berada tepat di atas Ka’bah.

“Fenomena Rashdul Kiblat merupakan kesempatan yang sangat baik untuk memastikan kembali arah kiblat masjid, musala, maupun rumah. Metode ini memiliki tingkat akurasi yang sangat tinggi dan dapat dilakukan dengan sederhana apabila memahami langkah-langkah teknisnya,” jelas Ahmad Fathur Rohim.

Ia menambahkan, pemahaman mengenai metode tersebut penting dimiliki oleh para pengurus masjid sehingga dapat diterapkan secara mandiri dan disosialisasikan kepada masyarakat di lingkungan masing-masing.

Sementara itu, Kepala KUA Kecamatan Ijen menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Kementerian Agama dalam meningkatkan kualitas pelayanan keagamaan, khususnya dalam memberikan kepastian arah kiblat yang benar bagi umat Islam.

“Gerakan Indonesia Berkiblat bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi bagian dari ikhtiar bersama untuk memastikan setiap umat Islam melaksanakan salat dengan arah kiblat yang tepat. Kami berharap para peserta dapat menjadi agen edukasi di desa masing-masing sehingga semakin banyak masjid dan musala yang memiliki arah kiblat yang akurat,” ujarnya.

Selama kegiatan berlangsung, peserta terlihat antusias mengikuti pemaparan materi. Berbagai pertanyaan terkait teknik pengukuran arah kiblat disampaikan dalam sesi diskusi yang berlangsung interaktif.

Melalui sosialisasi ini, KUA Kecamatan Ijen berharap Gerakan Indonesia Berkiblat dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya akurasi arah kiblat sekaligus memperkuat kualitas ibadah umat Islam di wilayah Kecamatan Ijen.

Penulis: Rohim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *