BONDOWOSO β Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sukosari menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Penentuan Arah Kiblat dalam rangka menyambut fenomena Istiwa’ A’dham yang akan berlangsung pada 15 dan 16 Juli 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Masjid Nurul Huda, Desa Nogosari, Sabtu (11/7/2026).
Kepala KUA Kecamatan Sukosari, Ach. Mahqi, S.Ag., menjelaskan bahwa Desa Nogosari dipilih sebagai lokasi kegiatan karena letaknya yang strategis sehingga mudah dijangkau oleh seluruh peserta undangan.
Pada kegiatan tersebut, Ustadz Nur Muhammad Nurhidayatullah, S.Pd.I. sebagai narasumber utama memaparkan tata cara pengukuran arah kiblat saat fenomena Istiwa’ A’dham, yakni ketika posisi Matahari berada tepat di atas Ka’bah sehingga bayangan benda tegak dapat dijadikan acuan untuk menentukan arah kiblat secara akurat.

Sementara itu, Ustadz Ahmad Faizin menjelaskan bahwa peserta tidak hanya menerima materi teori, tetapi juga praktik langsung di lapangan.
“Kami memberikan pelatihan teknis pengukuran arah kiblat dengan menggunakan tongkat kayu yang lurus serta metode alternatif menggunakan tongkat kayu berbeban (bandul) sebagai pembanding, sehingga peserta dapat mempraktikkannya secara mandiri,” ujarnya.
Bimtek diikuti oleh seluruh Penyuluh Agama Islam KUA Sukosari serta sekitar 30 peserta yang terdiri atas tokoh agama, pengurus masjid, remaja masjid, dan masyarakat umum. Selain materi penentuan arah kiblat, peserta juga memperoleh sosialisasi mengenai pentingnya deteksi dini dan pencegahan konflik keagamaan di lingkungan masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, KUA Sukosari juga menyerahkan Surat Keterangan Terdaftar (SKT) Majelis Taklim Nurul Huda serta Sertifikat Wakaf Masjid Nurul Huda sebagai bentuk penguatan administrasi kelembagaan keagamaan.
Ketua Takmir Masjid Nurul Huda, Slamet, mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, edukasi keagamaan yang bersifat praktis sangat dibutuhkan masyarakat.
“Edukasi seperti ini perlu terus dilaksanakan dengan tema yang lebih beragam karena masyarakat masih membutuhkan pengetahuan dasar syariah yang aplikatif dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Menutup kegiatan, Kepala KUA Sukosari Ach. Mahqi, S.Ag. berharap bimbingan teknis tersebut dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penentuan arah kiblat yang benar serta mendorong kesadaran akan pentingnya penguatan moderasi dan kerukunan umat beragama.
Pewarta: Alif86
