Cegah Pernikahan Dini dan Edukasi Rashdul Kiblat, Penyuluh Agama KUA Ijen Isi Materi MPLS di SMKN 1 Sempol

BONDOWOSO – KUA Kecamatan Ijen melalui para Penyuluh Agama Islam berkolaborasi dengan SMK Negeri 1 Sempol dalam memberikan pembinaan kepada peserta didik baru melalui kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Rabu (15/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula SMKN 1 Sempol mulai pukul 10.00 hingga 11.30 WIB tersebut diikuti seluruh siswa-siswi kelas X. Materi yang disampaikan difokuskan pada upaya pencegahan pernikahan dini serta edukasi mengenai fenomena Rashdul Kiblat (Istiwa’ A’zam) sebagai bagian dari penguatan wawasan keagamaan bagi generasi muda.

Pada sesi pertama, para penyuluh memberikan pemahaman mengenai bahaya pernikahan dini, mulai dari dampaknya terhadap kesehatan, psikologis, pendidikan, hingga kehidupan sosial dan ekonomi. Selain itu, peserta juga diberikan penjelasan mengenai ketentuan hukum Islam dan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan usia perkawinan.

Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Ijen, Rohiem, menjelaskan bahwa remaja perlu memiliki perencanaan masa depan yang baik sehingga tidak terburu-buru mengambil keputusan untuk menikah di usia yang belum siap.

“Melalui kegiatan MPLS ini kami ingin menanamkan kesadaran kepada para siswa bahwa masa remaja adalah waktu terbaik untuk belajar, mengembangkan potensi, dan mempersiapkan masa depan. Pernikahan harus dilandasi kesiapan fisik, mental, spiritual, serta ekonomi agar mampu mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah,” ujarnya.

Selanjutnya, peserta mendapatkan materi mengenai Rashdul Kiblat atau Istiwa’ A’zam, yaitu fenomena ketika matahari berada tepat di atas Ka’bah sehingga dapat dimanfaatkan untuk memastikan arah kiblat secara akurat menggunakan bayangan benda tegak.

Materi ini dijelaskan secara interaktif oleh Rohiem bersama Subarkah, yang mengajak para siswa memahami hubungan antara ilmu falak dan praktik ibadah dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Subarkah, pemahaman mengenai Rashdul Kiblat penting dikenalkan sejak dini agar generasi muda mengetahui bahwa penentuan arah kiblat dapat dilakukan dengan metode ilmiah yang mudah dipraktikkan.

“Fenomena Rashdul Kiblat merupakan bukti bahwa ajaran Islam selaras dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Kami berharap para siswa dapat memahami sekaligus mempraktikkan cara pengecekan arah kiblat secara benar ketika momen ini terjadi,” jelasnya.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang mendapat antusiasme tinggi dari para peserta. Berbagai pertanyaan seputar pernikahan dini maupun penentuan arah kiblat dijawab secara komunikatif oleh para penyuluh agama.

Seluruh rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Bayu.

Melalui sinergi antara KUA Kecamatan Ijen dan SMKN 1 Sempol, diharapkan para pelajar memiliki karakter religius, mampu menghindari perilaku yang berisiko, serta memiliki wawasan keagamaan yang aplikatif sebagai bekal dalam menjalani kehidupan di masa depan.

Penulis: Fathurohiem

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *