BONDOWOSO, PD. IPARI Bondowoso β Dingin udara fajar di Perumahan Taman Mutiara Indah Pejaten, Kabupaten Bondowoso, tidak menyurutkan langkah Ahmad Basri Saifur Rahman, M.H.I., Penyuluh Agama Islam dari KUA Kecamatan Tenggarang, dalam menjalankan misi dakwahnya. Bertempat di Masjid An-Nur Pejaten, ia rutin mengisi kultum interaktif setiap Selasa selepas salat Subuh bersama para jamaah.
Kegiatan yang dikemas dalam konsep βDialog Fajarβ ini tidak hanya berupa ceramah satu arah. Ahmad Basri mengajak jamaah berdiskusi dengan membahas berbagai materi keislaman yang relevan dengan kehidupan sehari-hari warga, mulai dari penguatan keluarga sakinah hingga pemahaman hukum-hukum muamalah.

βWaktu Subuh adalah waktu yang sangat baik untuk menanamkan nilai-nilai keimanan karena pikiran masih jernih dan hati lebih tenang. Melalui Dialog Fajar ini, kami ingin menghidupkan kembali tradisi tafaqquh fiddin atau pendalaman ilmu agama secara sederhana namun tetap menyentuh kebutuhan masyarakat,β ujar Ahmad Basri di sela kegiatan, Selasa (10/3/2026).
Menurutnya, kegiatan rutin tersebut memberikan warna berbeda bagi jamaah Masjid An-Nur. Selain mendapatkan asupan spiritual, warga juga memanfaatkan momen ini untuk berkonsultasi langsung mengenai berbagai persoalan keagamaan kepada penyuluh resmi dari Kementerian Agama tersebut.

Langkah proaktif Ahmad Basri ini merupakan pengejawantahan nyata dari peran Bimas Islam dalam mengawal kehidupan beragama yang harmonis dan berilmu, langsung dari jantung pemukiman warga.
Sinergi antara KUA Tenggarang dan pengurus masjid diharapkan dapat menjadi contoh bagi pengembangan kegiatan pembinaan keagamaan di wilayah lain di Kabupaten Bondowoso.
Pewarta: Tim KUA Tenggarang
