Peringati Harlah ke-3 IPARI, PD IPARI Bondowoso Gelar Penanaman Alpukat di Lahan Wakaf Produktif

BONDOWOSO – Dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-3 Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI), PD IPARI Kabupaten Bondowoso menggelar kegiatan penanaman pohon alpukat di dua titik lahan wakaf produktif, yakni di Desa Gadingsari dan Desa Sumberwaru Kecamatan Binakal Kabupaten Bondowoso. Selasa (9/6/2026).

Kegiatan ini mengusung tema “IPARI Merawat Indonesia” melalui gerakan spiritual, literasi, dan ekoteologi. Acara tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bondowoso Dr. H. Moh. Ali Masyhur, S.Ag., M.HI., Kasi Bimas Islam Dr. H. Suharyono, S.Ag., M.H., Ketua PD IPARI Bondowoso Imam Huzaeni, S.Ag., jajaran pengurus APRI Cabang Bondowoso, Kepala KUA Kecamatan Binakal, Tokoh Agama, Takmir Masjid Nurul Yakin, serta seluruh penyuluh agama se-Kabupaten Bondowoso.

Penyerahan Pohon Alpukat Secara Simbolis Oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bondowoso, Dr. H. Moh. Ali Masyhur, S.Ag., M.HI.

Ketua PD IPARI Bondowoso, Imam Huzaeni, dalam laporannya menyampaikan penanaman pohon alpukat dilakukan di dua lokasi tanah wakaf produktif sebagai upaya pemberdayaan dan pelestarian lingkungan.

“Kami berharap kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa penyuluh agama mampu hadir membawa dampak positif bagi masyarakat. Penyuluh agama harus menjadi agen perubahan, membawa kebaikan, serta memberikan manfaat, baik di dunia maupun di akhirat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bondowoso, Dr. H. Moh. Ali Masyhur, S.Ag., M.HI., dalam sambutannya mengulas sejarah perjuangan penyuluh agama hingga terbentuknya IPARI sebagai organisasi resmi.

Salah satunya tokoh seperti K.H.A. Wahid Hasyim memiliki peran besar dalam menggagas lahirnya kementerian yang khusus menangani urusan keagamaan. Menteri Agama pertama, H. Mohamad Rasjidi, yang dilantik pada 3 Januari 1946 oleh Presiden Soekarno, menjadi bagian penting dari tonggak sejarah Kementerian Agama RI.

“Saya ingin mengingatkan kembali perjalanan panjang para penyuluh agama hingga terbentuknya IPARI sebagai wadah resmi. Sejarah ini penting agar kita tidak melupakan akar perjuangan, termasuk berdirinya Kementerian Agama Republik Indonesia. Saya berharap para penyuluh agama terus menjaga semangat perjuangan ini serta mengembangkannya dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat yang berdampak positif secara berkelanjutan” jelasnya.

Ia juga menambahkan, pada tahun 2025 Kementerian Agama Kabupaten Bondowoso telah melaksanakan aksi hijau melalui program MATOAH (Menanam Agar Terpelihara Oksigen Alam Harmoni), yang menjadi dasar penguatan kegiatan serupa saat ini.

“Program ini merupakan langkah awal yang baik, dan penanaman pohon alpukat hari ini menjadi tindak lanjut nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan. Saya berharap gerakan ini tidak berhenti di sini, tetapi terus berkembang dan menjadi budaya bersama, khususnya bagi para penyuluh agama dalam mengedukasi serta mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan secara berkelanjutan,” pungkasnya.

Penulis: Ali Wafi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *