Ikhtiar Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Grujugan dalam Meningkatkan Literasi Al-Qur’an

BONDOWOSO, Al-Qur’an merupakan pedoman utama bagi umat Islam yang tidak hanya perlu dibaca, tetapi juga dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar menjadi bagian penting dalam membangun kehidupan keagamaan masyarakat.

Berdasarkan Survei Nasional “Potensi Literasi Al-Qur’an Masyarakat Indonesia” yang dirilis oleh Direktorat Penerangan Agama Islam Kementerian Agama RI pada tahun 2023, Indeks Literasi Al-Qur’an Indonesia berada pada angka 66,038 dan termasuk kategori tinggi. Namun demikian, survei tersebut juga menunjukkan bahwa masih terdapat 38,49% responden yang belum memiliki literasi baca Al-Qur’an.

Bahkan, kemampuan membaca Al-Qur’an dengan lancar sesuai tajwid baru mencapai 44,57%. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan baca tulis Al-Qur’an masih menjadi pekerjaan bersama yang membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.

Kementerian Agama RI menegaskan bahwa peningkatan literasi Al-Qur’an perlu dilakukan melalui penguatan pembelajaran Al-Qur’an di masyarakat, termasuk dengan mengoptimalkan peran Penyuluh Agama, Majelis Taklim, lembaga pendidikan Al-Qur’an, dai/daiyah, dan LPTQ. Kemenag juga mendorong masyarakat untuk mengikuti majelis pembelajaran Al-Qur’an yang tersedia di lingkungan tempat tinggal masing-masing.

Sejalan dengan hal tersebut, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Grujugan Kabupaten Bondowoso terus melakukan ikhtiar untuk meningkatkan literasi baca tulis Al-Qur’an dengan menjangkau berbagai kelompok masyarakat di sejumlah desa.

Upaya tersebut tidak hanya dilakukan dalam bentuk penyuluhan keagamaan secara umum, tetapi juga melalui pembinaan yang bersifat langsung, berkelanjutan, dan menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.

Salah satu bentuk ikhtiar tersebut adalah Majelis Taklim Tahsin Al-Qur’an di Desa Dadapan. Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran bagi masyarakat untuk memperbaiki kemampuan membaca Al-Qur’an, mulai dari makharijul huruf, kefasihan bacaan, hingga penerapan kaidah tajwid.

Melalui kegiatan yang dilakukan secara rutin, masyarakat diberikan kesempatan untuk belajar dan memperbaiki bacaan secara bertahap dalam suasana yang nyaman dan kekeluargaan.

Selain itu, Penyuluh Agama Islam juga melakukan pembinaan di TPQ yang berada di wilayah Kecamatan Grujugan. Pembinaan diarahkan pada penguatan kemampuan dasar membaca Al-Qur’an bagi anak-anak, sekaligus memberikan motivasi kepada para pengajar TPQ agar proses pembelajaran Al-Qur’an berlangsung secara efektif, menyenangkan, dan berkesinambungan. Upaya ini penting karena penguatan literasi Al-Qur’an perlu ditanamkan sejak usia dini agar menjadi kebiasaan dan fondasi kehidupan keagamaan generasi mendatang.

Ikhtiar lainnya dilakukan melalui pembinaan literasi Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ) di SMPN 2 Satu Atap Grujugan. Kegiatan ini menjadi bentuk perluasan sasaran penyuluhan kepada generasi remaja, khususnya peserta didik yang membutuhkan penguatan kembali kemampuan membaca Al-Qur’an. Pembinaan tidak hanya berorientasi pada kemampuan membaca, tetapi juga diarahkan untuk menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an serta membangun kebiasaan berinteraksi dengan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Di sisi lain, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Grujugan juga turut mendukung kegiatan Majelis Khotmil Qur’an di Desa Wonosari dan Desa Pekauman. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun budaya Qur’ani di tengah masyarakat sekaligus memperkuat kebersamaan umat melalui kegiatan membaca Al-Qur’an secara rutin.

Majelis Khotmil Qur’an juga menjadi sarana untuk mempertahankan kesinambungan interaksi masyarakat dengan Al-Qur’an, tidak hanya pada tahap belajar membaca, tetapi juga membangun kecintaan dan kebiasaan membaca Al-Qur’an.

Berbagai kegiatan tersebut menunjukkan bahwa peran Penyuluh Agama Islam tidak berhenti pada penyampaian materi keagamaan, tetapi juga hadir secara langsung di tengah masyarakat sebagai pendamping, pembina, fasilitator, sekaligus penggerak literasi Al-Qur’an. Upaya yang dilakukan di Desa Dadapan, berbagai TPQ di Kecamatan Grujugan, SMPN 2 Satu Atap Grujugan, Desa Wonosari, dan Desa Pekauman merupakan bagian dari ikhtiar untuk memperluas akses masyarakat terhadap pembelajaran Al-Qur’an.

Dengan semangat “Al-Qur’an dekat dengan masyarakat, masyarakat dekat dengan Al-Qur’an”, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Grujugan berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan masyarakat, lembaga pendidikan, TPQ, majelis taklim, dan berbagai unsur terkait. Harapannya, ikhtiar tersebut dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kemampuan Baca Tulis Al-Qur’an sekaligus membangun masyarakat Kecamatan Grujugan yang semakin religius, literat, dan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan.

Upaya ini juga selaras dengan perhatian Kementerian Agama yang terus mendorong penguatan literasi Al-Qur’an. Bahkan pada 2026, Kemenag melalui Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an menyelesaikan uji publik Metode Belajar Al-Qur’an Standar Indonesia sebagai upaya menyediakan pedoman pembelajaran yang sistematis dan memperkuat literasi Al-Qur’an secara nasional.

Penulis: Ayu Irawati

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *