BONDOWOSO, Dalam upaya membangun ketahanan keluarga serta menekan angka pernikahan dini, Pemerintah Desa (Pemdes) Sumberejo bekerja sama dengan Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Jember (Unej) dan Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Ijen menggelar kegiatan Forum Rumah Kreatif “PERMATA”. Selasa (4/8/2026).
Kegiatan edukatif yang mengusung tema “Kolaborasi Pemberdayaan Perempuan Menuju Keluarga Berkualitas” ini dilaksanakan bertempat di Balai Desa Sumberejo, Kecamatan Ijen, mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai.
Acara diawali dengan pembukaan resmi, kemudian dilanjutkan dengan sambutan hangat dari Sekretaris Desa Sumberejo yang menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam memberdayakan perempuan dan menjaga kualitas keluarga di lingkungan desa. Setelah sambutan, seluruh peserta diajak berdoa bersama yang dipimpin oleh Ustad Sukardi agar kegiatan membawa keberkahan.
Memasuki sesi pemaparan materi, Penyuluh Agama Islam KUA Ijen, Ahmad Fathur Rohiem, S.Ag bersama Bayu Harmoko, S.Pd, menyampaikan sosialisasi penting terkait pendewasaan usia perkawinan, pencegahan pernikahan dini, serta persiapan mental dan spiritual dalam membangun keluarga.

Materi kemudian diperkuat langsung oleh Kepala KUA Kecamatan Ijen, Ahmad Mahqi, S.Ag., yang memaparkan pentingnya penguatan kapasitas perempuan dan ketahanan keluarga dari sudut pandang hukum Islam serta regulasi negara.
“Pencegahan pernikahan anak di bawah umur bukan sekadar tugas KUA, melainkan tanggung jawab bersama. Melalui kolaborasi antara KUA, Pemerintah Desa, dan mahasiswa KKN Unej ini, kita ingin memastikan generasi muda di Desa Sumberejo memiliki kesiapan yang matang sebelum melangkah ke jenjang pernikahan demi terwujudnya keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah,” tegasnya
Kegiatan Forum Rumah Kreatif “PERMATA” ini berlangsung dengan lancar, tertib, dan interaktif. Antusiasme peserta tampak dari aktifnya sesi diskusi antara masyarakat desa dengan pemateri dari KUA Ijen.
Sinergi antara akademisi (KKN Unej), aparatur desa, dan KUA Kecamatan Ijen ini diharapkan dapat menjadi rujukan gerakan kolaboratif berkelanjutan dalam mewujudkan masyarakat Ijen yang lebih berdaya, sejahtera, dan bebas dari praktik pernikahan anak.
Penulis: Rohiem
