Refleksi Peran Strategis Penyuluh Agama Islam Bondowoso Tahun 2025 pada Peringatan HAB Kementerian Agama ke-80

BONDOWOSO, Diprakarsai oleh PD IPARI Bondowoso, dalam spirit HAB ke-80 Kemenag RI: “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju”

Delapan puluh tahun perjalanan Kementerian Agama adalah rentang panjang pengabdian dalam menjaga kerukunan, moderasi beragama, dan kesejahteraan umat. Di tengah perubahan zaman, Penyuluh Agama Islam tampil sebagai garda terdepan yang terus berinovasi—menghadirkan dakwah bukan hanya dari mimbar, tetapi melalui aksi nyata yang memberikan dampak sosial, ekonomi, dan digital bagi masyarakat.

Di Kabupaten Bondowoso, PD IPARI menjadi motor penggerak berbagai gerakan kreatif yang selaras dengan spirit HAB Ke-80. Kekuatan ini semakin kokoh berkat dukungan penuh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bondowoso, Dr. H. Moh. Ali Masyhur, S.Ag., MHI, yang konsisten mendorong para penyuluh untuk berinovasi dan melayani umat dengan pendekatan modern, humanis, dan solutif.

Berikut sejumlah langkah strategis Penyuluh Agama Islam Kabupaten Bondowoso yang diinisiasi PD IPARI sepanjang tahun 2025:

1. Khatmil Qur’an Bulanan: Memperkuat Fondasi Spiritual Penyuluh

Kegiatan khatmil Qur’an setiap Kamis pekan pertama menjadi upaya mendekatkan penyuluh pada sumber pokok ajaran Islam. Aktivitas ini memperkuat integritas moral, ketenangan batin, dan spiritualitas penyuluh, sehingga dakwah yang disampaikan lebih sejuk, bijak, dan berlandaskan nilai-nilai Ilahi.

2. Aksi Lingkungan di Bendungan Sampean Baru: Dakwah Ekologis untuk Masa Depan

Melalui gerakan bersih lingkungan dan penebaran eco-enzyme di Bendungan Sampean Baru, penyuluh menguatkan pesan bahwa dakwah tidak berhenti pada ritual ibadah saja, tetapi juga menyentuh isu-isu ekologis. Merawat alam adalah bagian dari merawat masa depan generasi.

3. Sowan Kyai & Ziarah Pesantren Tua: Menyambung Sanad Keilmuan

Kegiatan sowan dan ziarah ke pesantren bersejarah menjadi sarana penyuluh untuk meneladani perjuangan ulama terdahulu. Langkah ini memperkuat identitas keilmuan, menghormati tradisi, sekaligus memastikan dakwah tetap berakar pada budaya dan kearifan lokal Bondowoso.

4. Sinergi Lintas Sektor: Kolaborasi untuk Harmoni

Kerja sama Kemenag Bondowoso dengan berbagai lembaga diperkuat melalui peran penyuluh, di antaranya:

  1. Radio lokal: sebagai media siaran keagamaan yang menjangkau masyarakat luas.
  2. Lembaga Pemasyarakatan: membangun karakter dan motivasi warga binaan.
  3. BPN, DMI, dan BWI: pendampingan sertifikasi wakaf fasilitas umum dan rumah ibadah.
  4. Dinas Kesehatan: edukasi kesehatan reproduksi bagi calon pengantin.
  5. LPTQ & JQHNU: pengentasan buta aksara Al-Qur’an.
  6. MUI, ormas, tokoh masyarakat & Polres: memperkuat kerukunan dan deteksi dini isu keagamaan.
  7. Baznas: sinergi menciptakan satu desa satu UPZ untuk optimalisasi potensi zakat.
  8. Lembaga pendidikan formal & nonformal: pendampingan SKT Majelis Taklim, pencegahan stunting, dan pencegahan perkawinan usia dini.

Kolaborasi ini menjadi fondasi terciptanya masyarakat yang harmonis dan berdaya.

5. Penguatan Ekonomi Umat: Kampung Zakat & Kambing Bergulir

Program pemberdayaan ekonomi, seperti Kampung Zakat dan Kambing Bergulir, bertujuan:

  1. Mengangkat mustahik menjadi mandiri,
  2. Membangun siklus ekonomi berkelanjutan,
  3. Menguatkan majelis rutin sebagai ruang evaluasi dan pendampingan.

Program ini menjadi contoh dakwah pemberdayaan yang menumbuhkan martabat dan kemandirian umat.

6. Transformasi Digital Penyuluh Agama

Melalui pembinaan Bimas Islam Kemenag Bondowoso, para penyuluh dilatih teknologi informasi dan menghasilkan beberapa produk digital, antara lain:

  1. Website resmi PD IPARI Bondowoso,
  2. Media sosial IPARI di seluruh kecamatan,
  3. Konten dakwah digital yang menarik dan mudah diakses,
  4. Ruang konsultasi digital,
  5. Ebook Khutbah Jumat setahun bertema Ekoteologi,
  6. Modul Ekoteologi di Kampung Matoah,
  7. Lomba video inovasi penyuluh sebagai refleksi program di lapangan.

Inovasi ini memperluas jangkauan dakwah di era digital dan memperkuat literasi keagamaan masyarakat.

7. Podcast “Pojok Penyuluh” di KUA Tegalampel: Kreasi Dakwah Milenial

Salah satu inovasi terbaru Penyuluh Agama Islam Kabupaten Bondowoso adalah hadirnya Podcast “Pojok Penyuluh” yang bertempat di KUA Tegalampel. Podcast ini menjadi:

  1. Media dakwah kreatif dan edukatif,
  2. Ruang dialog ringan antara penyuluh dan masyarakat,
  3. Wadah berbagi kisah inspiratif dan praktik baik,
  4. Sarana menyebarkan moderasi beragama dengan format ramah generasi muda.

Podcast ini menandai langkah maju penyuluh Bondowoso dalam memasuki dunia dakwah audio-visual yang modern dan relevan.

8. Pengembangan Seni dan Budaya Lokal

Penyuluh Agama Islam turut aktif melestarikan seni dan budaya lokal sebagai media dakwah yang humanis dan dekat dengan masyarakat.

9. Dukungan Total dari Kemenag Bondowoso: Penggerak Transformasi

Kepala Kantor Kemenag Bondowoso, Dr. H. Moh. Ali Masyhur, memberikan dukungan penuh kepada penyuluh melalui:

  • Arahan strategis penguatan peran penyuluh,
  • Fasilitas ruang inovasi,
  • Penguatan kompetensi,
  • Apresiasi terhadap program-program penyuluh,
  • Dorongan agar penyuluh menjadi pionir moderasi beragama.

Kepemimpinan visioner ini menjadikan penyuluh semakin percaya diri, terorganisasi, dan berdaya dalam melayani umat.

Seluruh program PD IPARI Bondowoso, mulai dari khatmil Qur’an, aksi lingkungan, ziarah ulama, sinergi lembaga, pemberdayaan ekonomi, digitalisasi dakwah, hingga Podcast Pojok Penyuluh—menjadi bukti bahwa Penyuluh Agama Islam siap menjawab tantangan zaman dan menjadi agen perubahan bagi masyarakat.

Dalam momentum HAB ke-80 Kementerian Agama, Penyuluh Agama Islam Kabupaten Bondowoso meneguhkan komitmen untuk mewujudkan:

“Umat yang rukun, masyarakat yang bersinergi, dan Bondowoso yang damai serta maju.”

Penulis: Imam Huzaeni (Ketua PD IPARI Bondowoso)