BONDOWOSO, KUA Sumberwringin β Sebuah momen penuh haru dan khidmat terjadi di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sumberwringin, Kabupaten Bondowoso, Kamis (4/06/2026). Rudy Irawan, warga Dusun Krajan, Desa Sumberwringin, secara mantap mengikrarkan dua kalimat syahadat sebagai tanda resmi memeluk agama Islam.
Prosesi pengucapan syahadat berlangsung dengan penuh kekhusyukan yang dipimpin langsung oleh Kepala KUA Kecamatan Sumberwringin, Toni, S.H.I. Acara tersebut turut disaksikan oleh keluarga Rudy serta para penyuluh agama Islam yang hadir memberikan dukungan moral dan spiritual. Suasana haru menyelimuti ruangan saat Rudy mengucapkan kalimat suci yang menjadi pintu awal memasuki kehidupan sebagai seorang Muslim.
Dalam keterangannya, Kepala KUA Toni, S.H.I., menegaskan, pihaknya senantiasa membuka diri untuk memberikan pelayanan dan pendampingan keagamaan kepada masyarakat, termasuk bagi siapa pun yang ingin memeluk agama Islam.
βKUA berkomitmen memberikan pendampingan menyeluruh, mulai dari proses pengucapan syahadat hingga pembinaan berkelanjutan, agar para mualaf mampu memahami dan mengamalkan ajaran Islam secara baik dan benar,β ujarnya.
Sementara itu, Rudy Irawan menyampaikan rasa syukur sekaligus terima kasih kepada pihak KUA Kecamatan Sumberwringin atas fasilitasi dan dukungan yang diberikan. Ia mengungkapkan bahwa keputusannya memeluk Islam merupakan hasil dari proses pencarian panjang dan pertimbangan yang matang.
βSaya sangat berterima kasih atas arahan dan dukungan yang telah diberikan. Ini adalah keputusan besar dalam hidup saya, dan saya berharap dapat menjalankan ajaran Islam dengan istiqamah dan penuh keyakinan,β tuturnya.
Sementara itu Penyuluh Agama Islam, Mukhlis, juga menyampaikan komitmennya untuk terus mendampingi para mualaf, baik dalam pelaksanaan ibadah maupun pemahaman dasar keislaman.
βMenjadi mualaf bukan sekadar perubahan status, melainkan perjalanan spiritual yang membutuhkan bimbingan, kesabaran, dan tekad kuat agar dapat menjalankan ajaran Islam dengan benar,β jelasnya.
Ia menambahkan, dukungan dari keluarga dan lingkungan sekitar memiliki peran penting dalam membantu para mualaf beradaptasi dengan kehidupan barunya sebagai seorang Muslim.
βHarapan kami, para mualaf tidak hanya mendapatkan pendampingan secara keagamaan, tetapi juga perhatian sosial agar mereka merasa diterima dan semakin teguh dalam menjalankan ajaran Islam,β pungkasnya.
Penulis: Ali Wafi
