BONDOWOSO, KUA Tamanan β KUA Kecamatan Tamanan kembali menunjukkan peran aktifnya dalam pembinaan generasi muda dengan menggandeng DPRD Kabupaten Bondowoso Komisi 4 bidang Pendidikan dan Kesehatan. Kolaborasi ini diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi pencegahan SINOPATI di SMPN 01 Tamanan. Senin (11/05/2026)
SINOPATI merupakan singkatan dari lima persoalan sosial yang menjadi ancaman serius bagi remaja, yaitu Stunting, Pergaulan Bebas, NAPZA, Pernikahan Siri, dan Bad Attitude. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa kelas VII dan VIII sebagai upaya pembekalan karakter sejak dini.
Kepala Sekolah SMPN 01 Tamanan, Bapak Syafi’i S.Pd, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif KUA Tamanan.
βKami sangat berterima kasih karena sekolah tidak dibiarkan berjalan sendiri. Semoga kegiatan ini bisa berkelanjutan agar siswa kami terlindungi dari hal-hal yang merusak masa depan,β ujarnya.
Camat Tamanan, Abd. Mufid, S.Pd.I, turut hadir dan memberikan motivasi kepada para siswa. Ia menegaskan bahwa generasi masa kini adalah penentu arah bangsa ke depan.
βJangan berhenti berkarya dan jangan berhenti belajar. Terus tempuh pendidikan setinggi mungkin karena kalian adalah penerus masa depan Tamanan,β pesannya.

Dari DPRD Bondowoso, hadir A. Mansur, M.H, anggota Komisi 4 yang membidangi Pendidikan dan Kesehatan. Ia mengapresiasi langkah KUA Tamanan yang berhasil membangun sinergi lintas sektor.
βIni contoh baik. Kalau semua pihak mau bergerak bersama, masalah sosial di kalangan pelajar bisa ditekan,β katanya.
Dalam suasana yang cair, A. Mansur memberikan kejutan dengan menunjuk salah satu siswi yang hafal Sholawat Nariyah untuk maju ke depan. Siswi tersebut diberi hadiah sebagai bentuk penghargaan atas semangat belajar dan kecintaannya pada nilai-nilai keagamaan.
Masuk ke sesi materi, Kepala KUA Tamanan H. Nur Hadi, S.H.I, menyampaikan pesan motivasi yang menguatkan semangat belajar siswa. Ia menekankan agar pendidikan tidak berhenti di jenjang SMP.
βLanjutkan ke SMA, kuliah, bahkan kalau bisa raih gelar profesor. Jadilah generasi yang berilmu, beriman, dan bermanfaat bagi masyarakat,β tegasnya.
Materi kesehatan disampaikan oleh petugas Puskesmas Tamanan. Ia menjelaskan secara rinci bahaya stunting dan pentingnya pemenuhan gizi seimbang sejak usia sekolah.
βAnak yang kekurangan gizi akan sulit fokus belajar, mudah sakit, dan pertumbuhannya terganggu. Mari biasakan sarapan dan makan makanan bergizi,β jelasnya.

Koordinator KB Kecamatan Tamanan, Ibu Yuni, mendapat giliran memberikan edukasi tentang kesehatan reproduksi remaja. Ia mengingatkan siswa untuk menjaga pergaulan, memahami batasan, dan menjauhi perilaku berisiko.
βPengetahuan yang benar adalah tameng terbaik agar tidak terjerumus pada pergaulan bebas dan NAPZA,β ujarnya.
Ibu Yuni juga menjelaskan pentingnya perencanaan keluarga dan pengaturan jarak kelahiran untuk mewujudkan keluarga berkualitas. Materi ini disampaikan dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami siswa yang masih duduk di bangku SMP.
Para siswa tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Sesi tanya jawab berjalan interaktif, terutama ketika membahas dampak negatif NAPZA dan cara membangun pergaulan yang sehat di lingkungan sekolah.
KUA Tamanan berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi acara seremonial. Melalui program pembinaan karakter yang terintegrasi, diharapkan siswa mampu menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing.
Kepala KUA Tamanan menegaskan pencegahan SINOPATI membutuhkan keterlibatan semua pihak, mulai dari keluarga, sekolah, pemerintah, hingga legislatif.
βKalau semua bersinergi, kita bisa mencetak generasi Tamanan yang sehat, cerdas, dan berakhlak,β ujarnya.
Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Penyuluh Agama Islam Tamanan, Akrim Billah, M.E. Dalam doanya, ia memohon agar para siswa diberi kekuatan untuk menjauhi hal-hal negatif dan menjadi generasi yang berakhlak mulia, berprestasi, serta membanggakan orang tua dan daerahnya.
Penulis: Akrim Billah, S.Pd.I
