Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu: Bersama Hadirkan Agama dan Kasih kepada Sesama

BONDOWOSO, PD. IPARI Bondowoso – Setiap tanggal 28 Oktober, kita selalu diingatkan pada satu momen penting yang jadi titik balik perjalanan bangsa  Sumpah Pemuda. Tahun 2025 ini, peringatan Sumpah Pemuda sudah memasuki usia ke-97 tahun! Tagline yang diangkat pun keren banget “Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu.”

Kalimat sederhana, tapi maknanya dalam. Ia mengajak kita para pemuda dan pemudi Indonesia untuk nggak cuma bangga jadi bagian dari negeri ini, tapi juga benar-benar bergerak, berbuat, dan bersatu dalam aksi nyata.

Sumpah Pemuda: Bukan Cuma Sejarah, Tapi Semangat yang Hidup

Coba bayangin, hampir satu abad lalu, para pemuda dari berbagai daerah datang ke Jakarta, duduk bareng, berdiskusi, dan akhirnya menyatakan satu tekad “Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa Indonesia.”

Mereka tidak punya teknologi secanggih kita sekarang, tapi mereka punya satu hal yang luar biasa yakni semangat persatuan.

Semangat itu masih sangat relevan untuk kita hari ini. Di tengah banyaknya perbedaan, tantangan digital dan derasnya arus informasi, kita justru butuh kembali ke nilai dasar itu yakni bersatu dan bergerak bersama.

Gerakan Penyuluh Agama Islam Kabupaten Bondowoso: Hadirkan Agama dan Kasih

Tahun ini, semangat Sumpah Pemuda terasa makin hidup di Kabupaten Bondowoso melalui Gerakan Penyuluh Agama Islam dengan tema “Bersama Hadirkan Agama dan Kasih kepada Sesama.” Keren banget, kan?

Tema ini mengingatkan kita bahwa agama seharusnya tidak hanya hadir di masjid, mimbar, atau kitab, tapi juga hadir di hati dan tindakan nyata. Beragama itu bukan cuma soal ritual, tapi juga tentang bagaimana kita memperlakukan sesama manusia dengan kasih, empati, dan kebaikan.

Para penyuluh agama di Bondowoso ini turun langsung ke masyarakat,  mendampingi, mendengarkan, dan membantu masyarakat. Mereka menyebarkan nilai-nilai Islam yang sejuk, damai, dan penuh kasih, yang bisa jadi inspirasi buat kita semua, terutama generasi muda.

Pemuda dan Penyuluh, Dua Energi, Satu Tujuan.

Bayangin kalau semangat muda dan semangat dakwah yang penuh kasih ini berjalan bareng pasti jadi kekuatan besar ! Pemuda punya energi, kreativitas dan ide-ide segar.

Sementara para penyuluh agama punya pengalaman, kebijaksanaan dan nilai-nilai spiritual yang kokoh. Kalau dua kekuatan ini bersatu, lahirlah gerakan sosial yang bukan cuma cerdas, tapi juga berhati. Gerakan yang membawa pesan, beragama itu nggak kaku, tapi menghidupkan kasih dan kemanusiaan.

Bergerak Bersama, Hadirkan Cinta di Tengah Perbedaan

Di tengah zaman yang kadang terasa makin keras dan individualis, kita perlu menghidupkan kembali semangat hadir dan mengasihi. Artinya, kita nggak cuma sibuk mengejar mimpi pribadi, tapi juga menjadi cahaya untuk sekitar.

Karena Indonesia yang bersatu itu lahir dari hati-hati yang saling memahami, bukan dari keseragaman, tapi dari keragaman yang saling melengkapi.

Waktunya Pemuda Bergerak dengan Cinta

Sumpah Pemuda ke-97 ini jadi momentum pas untuk refleksi. Kita mau jadi pemuda yang hanya menonton atau yang ikut bergerak? Kita mau hanya bicara soal persatuan atau benar-benar menciptakannya lewat aksi kecil setiap hari?

Mari kita teruskan semangat itu. Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu. Bersama para penyuluh agama Islam Kabupaten Bondowoso, mari kita hadirkan agama yang menenangkan, dan kasih yang menyatukan.

Indonesia nggak akan kuat hanya dengan otot dan logika, tapi dengan hati yang penuh kasih dan semangat untuk terus bergerak bersama. Karena sejatinya, persatuan bukan hanya tentang identitas yang sama, tetapi tentang hati yang saling memahami dan saling mengasihi.

Oleh: Imam Huzaeni, S.Ag (Ketua Umum PD. IPARI Kabupaten Bondowoso)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *