Sambut Gerakan Nasional 1.448 Titik Rashdul Kiblat, KUA Klabang Bekali Kepala Madrasah Diniyah Teknik Pengukuran Arah Kiblat

BONDOWOSO, PD IPARI Bondowoso – Dalam rangka menyukseskan Gerakan Nasional 1.448 Titik Rashdul Kiblat, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Klabang menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengukuran Arah Kiblat bagi seluruh Kepala Madrasah Diniyah se-Kecamatan Klabang, di Aula KUA Kecamatan Klabang. Β Senin (7/7/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan pelaksanaan Gerakan Nasional 1.448 Titik Rashdul Kiblat yang akan digelar secara serentak pada 15 dan 16 Juli 2026. Program tersebut merupakan inisiatif Kementerian Agama untuk memastikan arah kiblat masjid, musala, dan lembaga pendidikan Islam sesuai dengan kaidah ilmu falak dan syariat Islam.

Dalam bimtek tersebut, para peserta mendapatkan pembekalan mengenai konsep dasar arah kiblat, teknik pengukuran menggunakan metode Rashdul Kiblat, hingga tata cara melakukan pengamatan saat matahari berada tepat di atas Ka’bah. Fenomena astronomis tersebut menjadi momen yang sangat akurat untuk memverifikasi arah kiblat tanpa memerlukan peralatan yang rumit.

Kepala KUA Kecamatan Klabang, Ahmad Amin, S. EI., menyampaikan keterlibatan Kepala Madrasah Diniyah memiliki peran strategis dalam menyebarluaskan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya ketepatan arah kiblat.

“Madrasah diniyah merupakan pusat pendidikan keagamaan yang dekat dengan masyarakat. Karena itu, kami berharap para kepala madrasah dapat menjadi mitra KUA dalam memberikan edukasi sekaligus mendampingi masyarakat saat pelaksanaan Gerakan Nasional Rashdul Kiblat nanti. Dengan demikian, semakin banyak masjid, musala, dan lembaga pendidikan Islam yang memiliki arah kiblat yang akurat,” ujarnya.

Sementara itu, Nurwakik, S. Ag., sebagai pemateri kegiatan menjelaskan, metode Rashdul Kiblat merupakan cara ilmiah yang sederhana namun memiliki tingkat akurasi sangat tinggi karena memanfaatkan posisi matahari yang tepat berada di atas Ka’bah.

“Momentum ini hanya terjadi pada waktu-waktu tertentu setiap tahunnya. Oleh sebab itu, kami mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan kesempatan tersebut sebaik mungkin agar arah kiblat tempat ibadah dapat dipastikan dengan benar. Ini merupakan bentuk ikhtiar dalam menyempurnakan kualitas ibadah umat Islam,” jelasnya.

Selain penyampaian teori, peserta juga diberikan simulasi teknis pengukuran arah kiblat sehingga dapat mempraktikkannya secara langsung di madrasah maupun di lingkungan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, KUA Kecamatan Klabang berharap terjalin sinergi yang semakin kuat antara KUA, penyuluh agama, pengelola madrasah diniyah, dan masyarakat dalam menyukseskan Gerakan Nasional 1.448 Titik Rashdul Kiblat.

Penulis: Nura Widya