KUA Taman Krocok Gelar Bimtek Pengukuran Arah Kiblat, Perkuat Akurasi Ibadah Salat di Masjid dan Musala

BONDOWOSO, PD. IPARI Bondowoso – KUA Kecamatan Taman Krocok menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengukuran Arah Kiblat sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan kemampuan para pengelola rumah ibadah dalam menentukan arah kiblat secara tepat sesuai kaidah syariat dan ilmu falak. Senin, (6/7/2026)

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kecamatan Taman Krocok, Koordinator Guru Ngaji, pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Taman Krocok, serta seluruh imamudin se-Kecamatan Taman Krocok. Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi wujud sinergi dalam meningkatkan kualitas pelayanan keagamaan di tengah masyarakat.

Acara dipandu oleh Masfufah, S.Pd.I sebagai pembawa acara dan dibuka secara resmi oleh Kepala KUA Kecamatan Taman Krocok, Mushafa’, S.Ah.

Dalam sambutannya, Mushafa’ menegaskan bahwa ketepatan arah kiblat merupakan salah satu aspek penting dalam pelaksanaan ibadah salat yang harus menjadi perhatian bersama.

“Pengukuran arah kiblat yang tepat merupakan tanggung jawab bersama agar umat Islam dapat melaksanakan ibadah dengan lebih yakin dan khusyuk. Melalui bimtek ini kami berharap para pengelola masjid, musala, serta para imam mampu memahami metode pengukuran arah kiblat yang benar sehingga tidak lagi hanya mengandalkan perkiraan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan KUA memiliki komitmen untuk terus memberikan pendampingan kepada masyarakat dalam pelayanan keagamaan, termasuk pelayanan pengukuran arah kiblat bagi masjid maupun musala yang membutuhkan.

“Bimtek ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam memastikan setiap rumah ibadah memiliki arah kiblat yang akurat. Dengan demikian, kualitas pelayanan keagamaan kepada masyarakat dapat terus meningkat,” tambahnya.

Pada sesi materi, peserta memperoleh pembekalan dari dua narasumber yang berkompeten di bidangnya, yakni Haerul Fais sebagai pemateri pertama dan Su’udiyah Ningrum sebagai pemateri kedua. Keduanya menjelaskan dasar-dasar penentuan arah kiblat berdasarkan ilmu falak, teknik pengukuran di lapangan, hingga praktik penggunaan berbagai alat bantu pengukuran arah kiblat.

Haerul Fais menjelaskan, perkembangan teknologi saat ini sangat membantu proses penentuan arah kiblat, namun penggunaannya tetap harus dibarengi dengan pemahaman teori yang benar.

“Teknologi hanya menjadi alat bantu. Yang terpenting adalah memahami prinsip dasar penentuan arah kiblat sehingga hasil pengukurannya dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah maupun syar’i,” jelasnya.

Sementara itu, Su’udiyah Ningrum mengajak para peserta untuk tidak ragu melakukan pengecekan ulang arah kiblat masjid atau musala apabila terdapat keraguan maupun perubahan kondisi bangunan.

“Melalui pelatihan ini kami berharap para imam dan pengelola masjid memiliki kemampuan dasar melakukan verifikasi arah kiblat sehingga masyarakat semakin yakin dalam menjalankan ibadah salat,” ungkapnya.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi penyampaian materi, praktik lapangan, serta diskusi interaktif. Berbagai pertanyaan mengenai metode pengukuran, penggunaan alat, hingga kendala yang sering ditemui di lapangan turut mewarnai jalannya bimtek.

Melalui Bimbingan Teknis Pengukuran Arah Kiblat ini, KUA Kecamatan Taman Krocok berharap seluruh masjid dan musala di wilayahnya memiliki arah kiblat yang semakin akurat.

β€œKegiatan ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat sinergi antara KUA, DMI, MUI, para guru ngaji, dan imamudin dalam meningkatkan kualitas pembinaan kehidupan beragama di Kecamatan Taman Krocok.” tutupnya

Penulis: Haerul Fais

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *