Sukses Gelar Bimtek Rashdul Kiblat, KUA Tenggarang Ajak Seluruh Elemen Masyarakat Sukseskan Gerakan Nasional 1.448K Rashdul Qiblat

BONDOWOSO, PD IPARI Bondowoso – KUA Kecamatan Tenggarang, di bawah naungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bondowoso, sukses menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Rashdul Kiblat sebagai upaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penentuan arah kiblat yang akurat. Rabu (8/7/2026)

Kegiatan dibuka oleh Kepala KUA Kecamatan Tenggarang, Mohamad Sulaiman, S.Ag., serta dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), di antaranya Kapolsek dan Danramil Tenggarang. Turut hadir pula pengurus pondok pesantren, takmir masjid, perwakilan madrasah dan sekolah, penyuluh agama, serta sejumlah instansi sektoral terkait.

Bimtek ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antar-lembaga sekaligus meningkatkan literasi masyarakat tentang ilmu falak, khususnya dalam menentukan arah kiblat yang sesuai dengan kaidah ilmiah dan syariat Islam.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan Salat Zuhur berjamaah yang diikuti seluruh peserta. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan penyampaian materi teknis mengenai tata cara kalibrasi dan verifikasi arah kiblat melalui fenomena Rashdul Kiblat atau Istiwa’ A’zam, yaitu saat posisi matahari berada tepat di atas Ka’bah sehingga menjadi acuan paling akurat dalam pengecekan arah kiblat.

Selain itu, peserta juga mendapatkan sosialisasi mengenai pemanfaatan Early Warning System (EWS) SI RUKUN sebagai aplikasi berbasis web yang diluncurkan oleh Kementerian Agama RI untuk memantau, memetakan, dan mencegah potensi konflik sosial berdimensi keagamaan.

Kepala KUA Kecamatan Tenggarang, Mohamad Sulaiman, S.Ag., mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Kementerian Agama dalam memberikan pelayanan keagamaan yang profesional, akurat, dan berbasis ilmu pengetahuan.

“Melalui Bimbingan Teknis Rashdul Kiblat ini kami ingin memastikan bahwa masyarakat, khususnya pengurus masjid, mushala, lembaga pendidikan, dan pondok pesantren, memiliki pemahaman yang benar mengenai pentingnya ketepatan arah kiblat. Rashdul Kiblat merupakan momentum ilmiah yang sangat tepat untuk melakukan pengecekan arah kiblat tanpa harus menggunakan peralatan yang rumit,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan program ini sangat bergantung pada peran aktif seluruh peserta dalam menyampaikan kembali pengetahuan yang diperoleh kepada masyarakat luas.

“Kami berharap para peserta tidak berhenti sebagai penerima informasi, tetapi menjadi agen edukasi di lingkungan masing-masing. Dengan demikian, Gerakan Indonesia Berkiblat dapat terlaksana secara masif sehingga semakin banyak masjid, musala, dan tempat ibadah yang memiliki arah kiblat yang benar sesuai hasil pengukuran ilmiah,” tambah Mohamad Sulaiman.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan momentum Rashdul Kiblat sebagai sarana meningkatkan kualitas ibadah sekaligus memperkuat semangat kolaborasi antarinstansi dalam memberikan pelayanan keagamaan kepada masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bondowoso bersama seluruh KUA di tingkat kecamatan terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat tata kelola kehidupan beragama, serta menyukseskan Gerakan Nasional 1.448K Rashdul Kiblat sebagai gerakan bersama untuk mewujudkan ketepatan arah kiblat di seluruh Indonesia.

Penulis: M. Ikrom

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *