BONDOWOSO, PD. IPARI Bondowoso – Zaman sekarang masyarakat desa, baik laki-laki, perempuan, tua-muda, berpendidikan atau tidak berpendidikan, mereka tidak bisa lagi dikatakan terbelakang. Karena mereka aktif bermain HP, sering bepergian ke luar kota. Diantaranya kegiatan mereka juga hadir ke kelompok-kelompok pengajian, sholawatan, dibaan, sarwaan dan yang lain, yang bisa dikategorikan mereka adalah termasuk orang modern.
Menjelang kegiatan-kegiatan tersebut seringkali ada kompetisi bisa dikatakan pamer HP terbarunya antar teman. Tapi sayang sekali HP yang tergolong mutakhir, kadang masih ada yang kurang pas penggunaannya. Contoh yang nyata adalah yang terjadi pada salah satu anggota majelis taklim yang saya hadiri.
Suatu ketika ada anggota majelis taklim kami, bapak Julok namanya (nama samaran) hadir ke majelis taklim. Sekalipun belum pernah punya HP, tapi kali ini ia datang ke majelis taklim dengan membawa HP keluaran terbaru.Β Setelah acara selesai karuan saja teman-teman yang lain mendekati pak Julok. Leβ Julok HP-nah anyar gi ?, (om Julok HP-nya baru ya) β¦β¦.? Kata Mas Paβi (juga nama samaran) dengan nada hati-hati. Dengan banggaΒ dan berbunga-bunga karena pak Julok merasa bukan orang terbelakang lagi. Dia menjawab dengan mantap; βIyeh reah HP seβ larang congβ, (iya ini HP yang mahal nak). Sambil diiringi senyuman tipis.
Akan tetapi pak Julok sangat kaget, ketika Tono (nama samaran juga) bertanya ke pak Julok. βMak tadek sinyallah leβ ??β β¦(kok tidak ada sinyalnya om). Beruntung Tono masih menguasai keadaan jadi tetap tenang sambil menahan tertawa.
Pak Julok sangat kaget dan heran atas pertanyaan mas Tono tersebut. Karena pak Julok tidak mengerti apa itu sinyal. Sambil berbisik dan mendekati Tono, pak Julok berbisik-bisik ke Tono. βTon engkok melliagin sinyal, berempah reggenah ? (Ton saya belikan sinyal, berapa harganya)β.
Karuan saja yang mendengar ini kontan tertawa dan cekikikan. Dikira sinyal itu bisa dibeli seperti HP. Teman lain yang ada di samping Tono berbisik ke Tono, βJangan tertawa khawatir pak Julok tersinggungβ. Ha β¦.. ha β¦. Ha β¦.
Penulis: H. Zainuddin
