Jejak Hidayah: Calvin Pemuda Asal Papua Resmi Bersyahadat di KUA Curahdami

BONDOWOSO, PD. IPARI Bondowoso – Sebuah kisah pengharapan dan pencarian spiritual hadir dari Bondowoso. Calvin Keith Justisio Kame, seorang pemuda asal Papua, secara khidmat mengucapkan ikrar syahadat dan resmi memeluk agama Islam di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Curahdami, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Jumat (14/11/2025)

Acara ini dihadiri oleh petugas KUA, Penyuluh Agama Islam setempat, serta warga yang turut memberikan dukungan.

Keputusan hidup Calvin untuk memeluk Islam memiliki latar belakang yang mengharukan. Diketahui kedua orang tua kandung Calvin telah meninggal dunia. Saat ini, ia tinggal di Desa Petung RT07/RW03, Kecamatan Curahdami. Kondisi ini menunjukkan perjalanan hidupnya yang penuh liku sebelum akhirnya menemukan cahaya Islam.

Prosesi syahadat berlangsung penuh khidmat. Calvin, yang sebelumnya beragama Kristen, dengan tegas dan penuh keyakinan menyatakan pengakuannya atas keesaan Allah dan kerasulan Nabi Muhammad SAW.

Kepala KUA Kecamatan Curahdami, Mukti Ali,M.Si, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan selamat atas keputusan Calvin. Beliau menekankan pentingnya dukungan komunitas untuk seorang muallaf, terlebih dengan kondisi khusus yang dihadapinya.

β€œKami menyambut dengan tangan terbuka ke-Islaman saudara Calvin. Keputusannya ini adalah anugerah dan hidayah dari Allah SWT. Sebagai keluarga besar Muslim, sudah menjadi kewajiban kita untuk membimbing, mengayomi, dan memberinya dukungan, terlebih dalam keadaan beliau yang telah ditinggal orang tua. Semoga Islam memberinya ketenangan hati dan keluarga baru yang penuh kasih sayang,” ujarnya.

Perwakilan dari tokoh masyarakat setempat yang hadir menyatakan komitmennya untuk mendukung Calvin.

β€œKami, warga sekitar, akan berusaha membantu dan menganggapnya seperti keluarga sendiri. Perjalanan menuntut ilmu agama dan beradaptasi dengan kehidupan barunya akan kami bantu semampu kami.”

Keputusan Calvin untuk memeluk Islam ini tidak hanya menjadi momen penting dalam perjalanan spiritualnya, tetapi juga menjadi contoh nyata tentang persaudaraan dan kerukunan umat beragama yang dapat tumbuh di tengah masyarakat. Peristiwa ini terjadi pada tanggal 23 Jumadil Awal 1447 Hijriah.

Pewarta: Tim KUA Curahdami

Editor: Ali Wafi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *