BONDOWOSO, PD IPARI Bondowoso – Dalam rangka memperingati Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bondowoso bekerja sama dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Bondowoso menggelar kegiatan Jalan-Jalan Sehat (JJS), Rabu (7/1/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum strategis bagi para penyuluh agama yang tergabung dalam Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Bondowoso untuk memperkuat kerukunan umat beragama di tengah masyarakat.
Para penyuluh agama IPARI hadir dan berbaur aktif bersama peserta dari berbagai latar belakang sebagai wujud nyata peran mereka dalam pembinaan umat dan penguatan moderasi beragama. Semangat kebersamaan semakin terasa ketika para penyuluh agama dengan penuh antusias mengumandangkan yel-yel kebanggaan, βPenyuluh Agama Bondowosoβ¦ Penyuluh Agama Bondowosoβ¦ SETARA CINTA, siap menghadirkan agama dan kasih kepada sesama.β Yel-yel tersebut menjadi simbol komitmen penyuluh agama untuk terus hadir dan berkhidmat bagi masyarakat.

Kegiatan JJS ini diikuti oleh berbagai unsur, di antaranya tokoh lintas agama, aparatur pemerintah, masyarakat umum, serta pelajar madrasah. Turut hadir guru TK/RA yang tergabung dalam IGRA, guru madrasah dan guru Pendidikan Agama Islam (PAI) yang tergabung dalam KKM dan GPAI, pengawas madrasah dan pendidikan agama yang tergabung dalam Pokjawas, para penghulu dan Kepala KUA yang tergabung dalam APRI, serta unsur Dharma Wanita Persatuan Kementerian Agama Kabupaten Bondowoso. Kehadiran lintas elemen tersebut menegaskan bahwa kerukunan umat beragama merupakan tanggung jawab bersama.
Ketua PD IPARI Kabupaten Bondowoso, Imam Huzaeni, S.Ag, menyampaikan harapannya agar para penyuluh agama terus melakukan inovasi dalam menjalankan tugas bimbingan dan penyuluhan keagamaan. Menurutnya, penyuluhan harus dilakukan secara adaptif, baik melalui pertemuan langsung di tengah masyarakat maupun melalui pemanfaatan media sosial sebagai sarana dakwah yang efektif dan menjangkau khalayak lebih luas.
βPenyuluh agama harus terus berkhidmat untuk umat. Mari kita tebarkan semangat SETARA CINTA, menghadirkan agama sebagai sumber kasih sayang, persaudaraan, dan kepedulian kepada sesama,β ujar Imam Huzaeni.

Momentum HAB Kemenag ke-80 ini semakin menguatkan peran strategis penyuluh agama sebagai ujung tombak pembinaan umat sekaligus perekat sosial di tingkat akar rumput. Kolaborasi antara Kementerian Agama Kabupaten Bondowoso, FKUB Bondowoso, dan IPARI menjadi bukti komitmen bersama dalam menjaga harmoni kehidupan beragama.
Melalui kegiatan Jalan-Jalan Sehat ini, IPARI Kabupaten Bondowoso menegaskan kesiapan untuk terus hadir di tengah masyarakat, menyebarkan pesan toleransi dan cinta kasih, serta berkontribusi aktif dalam mewujudkan kehidupan beragama yang rukun, damai, dan penuh keberkahan di Kabupaten Bondowoso.
Pewarta: Tim PD IPARI Bondowoso
