BONDOWOSO, PD. IPARI Bondowoso β Majelis Taklim Sabilul Muttaqin yang berlokasi di Dusun Kotegel, RT 10 RW 3, Desa Sumber Tengah, Kecamatan Binakal, kembali menggelar rutinitas keagamaannya. Kamis (13/11/2025).
Kegiatan turut dihadiri oleh para penyuluh agama Islam dari KUA Binakal, yakni Ust. Ubaidillah, Abdul Gani, Ust. Ahmad Ikhsan Faqih, dan Ustadzah Siti Fatimah, yang sekaligus menjadi pengampu dan pendamping dalam kegiatan pembinaan masyarakat.
Majelis yang dipimpin oleh Ust. Musthofa, salah satu tokoh setempat, selalu menjadi ruang belajar yang hangat dan membumi bagi jamaah muslimin dan muslimat di wilayah tersebut.
Seperti biasa, jamaah muslimin memenuhi area dalam musholla, sementara para muslimat berkumpul di serambi hingga halaman Musholla Sabilul Muttaqin. Suasana yang teduh dan penuh kekeluargaan menjadi ciri khas majelis yang konsisten menjaga tradisi keilmuan ini.
Tepat pukul 18.00 WIB, majelis dibuka dengan pembacaan tawassul, Yasin, dan tahlil sebagai bentuk penghormatan kepada para sesepuh jamaah, para pembabat Dusun Koteggel, serta muassis Musholla Sabilul Muttaqin. Usai rangkaian amalan tersebut, kajian dilanjutkan dengan pengajian kitab Safinatun Najah yang dipimpin oleh Ust. Ubaidillah.
Jamaah mengikuti penjelasan dengan khidmat. Suasana pengajian berlangsung cair dan akrab; canda ringan dari sang ustadz sesekali mencairkan suasana, membuat jamaah semakin bersemangat hingga tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 20.42 WIB.

Sesi dilanjutkan dengan tanya jawab yang menjadi wadah interaktif bagi jamaah. Beberapa pertanyaan yang muncul seputar batalnya wudhu, seperti hukum menyentuh mertua dan persoalan sejenis, langsung dijelaskan dengan rinci oleh Ust. Ubaidillah.
βBersentuhan kulit laki-laki dan perempuan yang bukan mahram dapat membatalkan wudhu,β jelasnya.
Ia juga menambahkan penjelasan mengenai dua jenis mahram:
- Mahram Muabbad, yaitu mereka yang haram dinikahi selamanya karena nasab, pernikahan, atau persusuan.
- Mahram Ghairu Muβabbad, yakni mereka yang haram dinikahi hanya sementara karena sebab tertentu.
Meski hujan rintik-rintik mengiringi malam itu, semangat para jamaah tidak surut. Wajah-wajah ceria dan tawa yang terselip di antara keseriusan belajar, menjadi bukti kuatnya kecintaan mereka terhadap majelis ilmu.
Menjelang pukul 21.30 WIB, acara ditutup dengan lantunan sholawat qiyam yang dipimpin oleh Abdul Gani, penyuluh agama Islam KUA Binakal. Suara sholawat yang tenang dan penuh kekhusyukan menghadirkan suasana haru yang menumbuhkan rasa cinta dan rindu kepada Nabi Muhammad SAW, sang pembawa syafaat.
Akhir kegiatan ditandai dengan pembacaan doa oleh ketua majelis taklim. Doa yang dibacakan begitu menyentuh hati, membuat para jamaah larut dalam kekhusyukan sebelum akhirnya mereka bubar dengan membawa keberkahan dari majelis yang mulia.
Majelis Taklim Sabilul Muttaqin terus menjadi wadah pembelajaran agama yang sederhana namun penuh makna, membumikan nilai-nilai keislaman secara praktis dan menghadirkan cahaya ilmu bagi masyarakat sekitar.
Penulis: Abdul Gani
