BONDOWOSO, PD. IPARI Bondowoso Β β Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tenggarang bersama MTsN 2 Bondowoso melakukan langkah proaktif melalui bimbingan dan pendampingan intensif terkait adanya siswa yang tidak masuk sekolah selama beberapa hari terakhir. Selasa (7/4/2026)
Ahmad Basri SaifurRahman, Penyuluh Agama Islam KUA Tenggarang, terjun langsung menjalin kolaborasi dengan pihak madrasah untuk membina mental serta spiritual anak yang mengalami penurunan semangat belajar.
Menurutnya, langkah ini diambil setelah ditemukan adanya siswa yang sudah tidak hadir di kelas dalam waktu cukup lama. Ahmad Basri bekerja sama denganΒ Ibu Elly, selaku Wali Kelas, serta timΒ Bimbingan Konseling (BK) Madrasah melakukan pendekatan persuasif. Sinergi ini bertujuan untuk mengenali akar masalah yang dihadapi siswa, baik dari faktor lingkungan maupun psikologis.
“Kami hadir tidak hanya untuk menegur, tetapi untuk memberikan motivasi dari sisi religi dan kemanusiaan. Harapannya, anak-anak kita memahami bahwa menuntut ilmu adalah ibadah yang harus diperjuangkan,” ujar Ahmad Basri di sela-sela kegiatan pendampingan.
Kolaborasi lintas sektoral ini mencakup beberapa aksi nyata, di antaranya:
Home Visit (Kunjungan Rumah) Terpadu: Ahmad Basri bersama Ibu Elly dan Guru BK mengunjungi kediaman siswa untuk melakukan dialog terbuka dengan orang tua dan anak.
Konseling Humanis: Tim BK memberikan asesmen psikopedagogis, sementara Ahmad Basri memberikan penguatan dari aspek nilai-nilai Islam untuk membangkitkan kembali rasa percaya diri siswa.
Pemantauan Berkelanjutan: Pihak sekolah dan KUA sepakat untuk terus memantau kehadiran dan perkembangan emosional siswa setelah mereka kembali ke sekolah.
Ibu Elly, selaku wali kelas, menyambut baik kehadiran penyuluh agama dalam proses ini. Menurutnya, keterlibatan tokoh agama memberikan sudut pandang baru yang lebih menyejukkan bagi siswa dan keluarganya.
Melalui sinergi ini, diharapkan siswa yang sempat mangkir dapat segera kembali ke bangku madrasah dengan semangat baru. Pihak KUA Tenggarang dan MTs berkomitmen untuk terus mengawal masa depan generasi muda di Bondowoso agar terhindar dari risiko putus sekolah.
Pewarta: Tim KUA Tenggarang
