BONDOWOSO, PD. IPARI Bondowoso — Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya wakaf terus meningkat di Kabupaten Bondowoso. Hal ini terlihat dari pelaksanaan penandatanganan ikrar wakaf oleh Ibu Lima, yang didampingi suami, di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Grujugan, Kamis (13/11/2025).
Prosesi ikrar wakaf berlangsung bersama Nadzir MWC NU Grujugan sebagai bagian dari upaya mendukung program “Bondowoso Sadar Wakaf”, sebuah gerakan yang mendorong masyarakat untuk meningkatkan partisipasi dalam amal jariyah produktif.
Ikrar wakaf dituntun oleh Ketua PAC Fatayat NU Grujugan, Sutira, dalam suasana penuh khidmat dan kebersamaan. Sejumlah tokoh turut hadir memberikan dukungan, di antaranya Kepala KUA Grujugan, Multazam, S.E.I, Ketua MWC NU Grujugan, Junaidi, M.Pd, Tim Wakaf NU, M. Ikrom, serta para Penyuluh Agama Islam Kecamatan Grujugan.
Dalam sambutannya, Kepala KUA Grujugan Multazam, S.E.I menyampaikan apresiasi atas ketulusan niat Ibu Lima dalam menunaikan wakaf.
“Wakaf adalah amal jariyah yang pahalanya tidak terputus meski seseorang telah tiada. Melalui wakaf, kita dapat menghadirkan manfaat berkelanjutan bagi umat. Semoga langkah Ibu Lima ini menjadi inspirasi bagi masyarakat Grujugan dan sekitarnya,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua MWC NU Grujugan, Junaidi, M.Pd, menegaskan, Nadzir MWC NU berkomitmen mengelola amanah wakaf tersebut secara profesional dan penuh tanggung jawab.
“Kami ingin memastikan bahwa manfaatnya betul-betul dirasakan masyarakat, terutama dalam bidang sosial, pendidikan, dan keagamaan. Wakaf ini bukan hanya tentang menyerahkan harta, tetapi juga menghadirkan kemaslahatan yang terus mengalir bagi umat,” tegasnya.
Acara diakhiri doa bersama yang dipimpin oleh Penyuluh Agama Islam, Ust. Abd. Basith, M.Pd.I, dengan memohon keberkahan, kemanfaatan, dan pahala yang terus mengalir bagi wakif serta seluruh pihak yang terlibat dalam pengelolaan wakaf.
Melalui kegiatan ini, diharapkan semakin banyak masyarakat yang terpanggil untuk berkontribusi dalam gerakan “Bondowoso Sadar Wakaf”. Langkah sederhana yang dilakukan Ibu Lima menjadi bukti bahwa semangat berbagi dan beramal jariyah masih tumbuh kuat di tengah masyarakat Grujugan.
Pewarta: Dyah Ayu Irawati
Pewarta: Ali Wafi
