Kolaborasi KUA dan Perpustakaan Durian Hadirkan “KLINIK CURIGA”: Layanan Konseling Inovatif untuk Keluarga Bahagia

BONDOWOSO, PD. IPARI Bondowoso — Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Grujugan kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan layanan yang dekat dengan masyarakat. Kali ini, KUA Grujugan meluncurkan program inovatif bertajuk KLINIK CURIGA (Klien Unik Curahan Hati Keluarga Grujugan) melalui kerja sama dengan Perpustakaan Durian Dawuhan.

Peluncuran program ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Kepala KUA Kecamatan Grujugan, Multazam, S.E.I, dan Kepala Perpustakaan Durian Dawuhan, Ibu Anggun, yang berlangsung di Perpustakaan Durian, Desa Dawuhan. Rabu (05/11/2025).

Langkah kolaboratif ini menjadi tonggak awal terwujudnya silang layanan antara KUA dan perpustakaan desa sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik. Sinergi ini tidak hanya memperluas akses informasi keagamaan dan sosial, tetapi juga menghadirkan layanan konseling inovatif yang berorientasi pada empati, kesejahteraan, dan kemaslahatan umat.

Melalui kerja sama tersebut, para Penyuluh Agama Islam diharapkan dapat lebih mudah menjalin komunikasi yang hangat dengan masyarakat, terutama para pengunjung perpustakaan dan warga sekitar yang membutuhkan ruang aman untuk berbagi cerita, mencari solusi, serta mendapatkan bimbingan spiritual dan psikologis.

Program KLINIK CURIGA hadir sebagai sahabat curhat keluarga, menyediakan layanan konseling individu, pasangan, dan keluarga dengan pendekatan humanis serta nilai-nilai keislaman. Inovasi ini diharapkan mampu membantu masyarakat menemukan kembali keseimbangan dan kebahagiaan dalam kehidupan rumah tangga.

Dalam setiap sesi konseling, KLINIK CURIGA berupaya menumbuhkan kesadaran untuk kembali pada fitrah yakni perempuan menjadi pribadi yang bahagia dan penuh kasih dan laki-laki menjadi sosok yang bertanggung jawab dan penuh kepedulian.

Kepala KUA Kecamatan Grujugan, Multazam, S.E.I, dalam sambutannya menyampaikan, kehadiran KLINIK CURIGA merupakan bentuk nyata transformasi layanan KUA yang tidak hanya berfokus pada administrasi keagamaan, tetapi juga pada pembinaan, pendampingan psikologis, dan spiritual.

“KLINIK CURIGA hadir untuk mendengarkan dengan sepenuh hati. Kami ingin menjadi tempat yang aman, nyaman, dan membahagiakan bagi masyarakat yang tengah mencari solusi atas berbagai permasalahan hidup,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PD IPARI Kabupaten Bondowoso, Imam Huzaeni, memberikan apresiasi terhadap inovasi ini. Ia menilai langkah KUA Grujugan merupakan bentuk terobosan inspiratif yang patut menjadi contoh bagi penyuluh agama di daerah lain.

“Kami sangat mengapresiasi langkah kreatif KUA Grujugan. Semoga para penyuluh terus berinovasi dalam setiap kegiatan bimbingan dan penyuluhan, agar benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.

Dengan semangat kolaborasi dan pelayanan berbasis empati ini, KUA Grujugan berharap KLINIK CURIGA dapat menjadi model layanan konseling keluarga berbasis masyarakat yang berkelanjutan di Kabupaten Bondowoso.

Pewarta: Tim KUA Grujugan

Editor: Ali Wafi