Menembus Pelosok Palongan, Penyuluh Agama KUA Wringin Hadir Berikan Edukasi Keagamaan

BONDOWOSO, PD. IPRAI Bondowoso – Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Wringin, Kabupaten Bondowoso, bekerja sama dengan Pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Wringin melaksanakan penyuluhan agama di Dusun Palongan, Desa Wringin, Kecamatan Wringin, Kabupaten Bondowoso, Selasa (22/09/2026) siang.

Kegiatan tersebut diikuti oleh dua penyuluh agama Islam ASN KUA Kecamatan Wringin, Ahmad, S.Pd. dan Afif Thohir Furqoni, S.H., serta tiga pengurus PAC GP Ansor Wringin.

Dusun Palongan merupakan salah satu wilayah yang cukup sulit dijangkau. Akses jalan menuju lokasi didominasi tanjakan dengan kondisi yang cukup sulit dan rusak. Kondisi tersebut membuat perjalanan menuju lokasi membutuhkan perjuangan tersendiri. Dari titik keberangkatan, rombongan membutuhkan waktu sekitar 30 menit untuk mencapai Masjid Nurul Hidayah, tempat kegiatan penyuluhan dilaksanakan.

Kegiatan penyuluhan berlangsung selama kurang lebih satu jam dan dipandu oleh Rizzatul Anam, salah satu pengurus PAC GP Ansor Wringin. Pada sesi pertama, Ahmad memberikan materi tentang edukasi dan pencegahan perkawinan usia dini.

Menurut Ahmad, perempuan memiliki kesempatan dan hak yang sama untuk memperoleh pendidikan setinggi-tingginya. Namun, perkawinan usia dini dapat menjadi salah satu faktor yang menghambat kesempatan tersebut.

“Sebagai orang tua, kita juga harus mengajarkan batasan-batasan secara norma maupun agama agar anak-anak kita tidak terjerumus dalam pergaulan bebas,” imbuhnya.

Penyuluhan kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Pada sesi ini, warga diberikan kesempatan untuk mengajukan berbagai pertanyaan seputar permasalahan keagamaan. Beberapa pertanyaan yang disampaikan antara lain mengenai hukum memakan laron dan jangkrik serta hukum memburu babi untuk dijual.

Para penyuluh agama menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan merujuk pada pendapat dan referensi ulama yang otoritatif.

“Alhamdulillah, warga cukup antusias mengikuti kegiatan ini. Hal ini terlihat dari hidupnya diskusi melalui pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan oleh warga,” ujar Badri, Kepala Dusun Palongan, setelah kegiatan selesai.

Kehadiran penyuluh agama di wilayah yang sulit dijangkau tersebut menjadi salah satu bentuk pelayanan keagamaan kepada masyarakat. Melalui kegiatan penyuluhan, masyarakat dapat memperoleh informasi dan pendampingan keagamaan secara langsung di lingkungan tempat tinggal mereka.

Kegiatan serupa diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan, khususnya di wilayah-wilayah yang memiliki keterbatasan akses terhadap layanan informasi dan penyuluhan keagamaan.

Penulis: Afif Thohir Furqoni

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *