Gali Potensi Syiar Islam, IAI At Taqwa Gandeng Penyuluh Agama Gelar Ajang Pencarian Dai-Daiyah Muda Bondowoso

BONDOWOSO, PD. IPARI Bondowoso – Sebagai upaya menggali potensi syiar Islam di kalangan generasi muda Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Dakwah IAI At Taqwa Bondowoso bekerja sama dengan Penyuluh Agama Islam Kabupaten Bondowoso sukses menyelenggarakan ajang pencarian bakat Dai-Daiyah yang dipusatkan di aula kampus. Selasa, (3/3/2026)

Kegiatan yang diikuti puluhan peserta dari berbagai sekolah dan pesantren ini terbagi dalam kategori usia remaja 13 hingga 18 tahun. Aula kampus IAI At Taqwa Bondowoso menjadi saksi lahirnya penceramah-penceramah muda berbakat yang tampil percaya diri menyampaikan pesan-pesan keislaman di hadapan dewan juri dan para pendukungnya.

Tiga dewan juri yang terlibat dalam penilaian yakni dosen IAI At Taqwa Fitri Nur Hidayat, S.Th.I., pemerhati dakwah, serta Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Tenggarang Ahmad Basri Saifur Rahman, M.H.I.

Kehadiran penyuluh agama diharapkan mampu memberikan bobot tersendiri dalam proses penilaian, khususnya dalam menilai kualitas penyampaian pesan keagamaan yang moderat, inklusif, dan relevan bagi generasi Z dan Alpha.

Dalam proses penjurian, Ahmad Basri Saifur Rahman, M.H.I.,Β  menekankan tiga aspek utama yang menjadi indikator penilaian.

  1. Kedalaman materi, yakni sejauh mana peserta menguasai teks, dalil, serta mampu menjelaskan kandungan maknanya secara runtut.
  2. Retorika dan ekspresi, yang mencakup kemampuan berbicara di depan publik dengan intonasi, artikulasi, serta bahasa tubuh yang tepat.
  3. Ketepatan waktu, yaitu kedisiplinan peserta dalam menyampaikan materi sesuai durasi yang telah ditentukan panitia.

β€œMelalui kategori usia yang spesifik ini, kita bisa melihat regenerasi dakwah di Bondowoso berjalan dengan baik. Para remaja kita memiliki potensi luar biasa untuk menjadi wajah Islam yang ramah, sejuk, dan mencerahkan di masa depan,” ungkap Ahmad Basri di sela-sela kegiatan.

Sementara itu, DR. Agus Fawaid, M.Pd.I., Rektor IAI At Taqwa Bondowoso menyampaikan kegiatan ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan ruang pembinaan dan pembelajaran bagi generasi muda.

Ia menegaskan, ajang tersebut dirancang sebagai wadah pembentukan karakter dai dan daiyah muda yang tidak hanya piawai dalam retorika, tetapi juga memiliki pemahaman keislaman yang komprehensif dan berakhlak baik.

β€œKami ingin kegiatan ini menjadi proses kaderisasi dakwah yang berkelanjutan. Bukan hanya mencari siapa yang terbaik hari ini, tetapi membina mereka agar terus berkembang dan siap terjun di tengah masyarakat,” ujarnya.

Para peserta, lanjutnya, diharapkan tidak hanya mampu tampil percaya diri di atas panggung, tetapi juga menjadi agen perubahan yang menebarkan nilai-nilai Islam rahmatan lil β€˜alamin di lingkungan masing-masing.

β€œHarapan kami, setelah mengikuti ajang ini, mereka semakin termotivasi untuk berdakwah dengan cara yang santun, sejuk, dan relevan dengan tantangan zaman,” tutupnya.

Pewarta: Tim IPARI Kecamatan Tenggarang