BONDOWOSO, PD. IPARI Bondowoso β Upaya memerangi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di Kecamatan Klabang semakin digencarkan. Sepanjang bulan November, penyuluh agama bekerja sama dengan Puskesmas serta penyuluh KB menyelenggarakan penyuluhan serentak di berbagai desa. Selasa, (18/11/2025)
Program ini bertujuan memperkuat ketahanan keluarga serta menciptakan lingkungan yang aman, harmonis, dan bebas dari segala bentuk kekerasan, baik fisik maupun verbal. Kegiatan yang digelar bergantian di seluruh desa ini memastikan semua warga mendapatkan kesempatan yang sama untuk memperoleh informasi penting terkait pencegahan kekerasan dalam rumah tangga dan penguatan fungsi keluarga.
Dalam sesi penyuluhan, Penyuluh Agama menekankan pentingnya fondasi spiritual dan pemahaman hukum pernikahan. Warga dibekali pemahaman mengenai syarat-syarat pernikahan sesuai syariat dan peraturan perundang-undangan, serta tips praktis membangun keluarga sakinah, mawaddah, warahmah sebagai benteng utama mencegah konflik dan kekerasan.
Dari sisi Penyuluh KB, materi difokuskan pada pentingnya perencanaan keluarga sehat dan batas usia ideal untuk menikah. Hal ini menjadi bagian dari upaya menekan angka pernikahan dini yang kerap menjadi pemicu kerentanan KDRT dan ketidaksiapan pasangan dalam menjalani kehidupan rumah tangga.
Sementara itu, pihak Puskesmas memberikan edukasi mengenai kesehatan reproduksi dan pengaruhnya terhadap keharmonisan keluarga. Materi yang disampaikan meliputi hak-hak kesehatan reproduksi suami dan istri, serta pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental sebagai penunjang pola asuh dan interaksi dalam keluarga.
Kepala Desa Klabang menyampaikan apresiasinya atas sinergi antar lembaga tersebut.
“Program ini bukan hanya soal ceramah, tetapi tentang membangun kesadaran bersama bahwa kekerasan bukanlah solusi. Dengan melibatkan penyuluh agama, KB, dan Puskesmas, semua aspek penting dalam kehidupan berkeluarga, mulai dari spiritual, perencanaan, hingga kesehatan, dapat disentuh secara menyeluruh,” ujarnya.
Antusiasme warga tampak sangat tinggi. Banyak peserta mengaku mendapatkan wawasan baru, khususnya mengenai pengelolaan emosi dan pentingnya komunikasi efektif dalam rumah tangga.
“Materi tentang kesehatan reproduksi dan tips keluarga sakinah benar-benar membuka wawasan kami. Semoga dengan penyuluhan ini, kekerasan terhadap perempuan dan anak bisa hilang dari desa kami,” tutur Ibu Siti, salah satu peserta.
Program penyuluhan pencegahan kekerasan ini akan terus berlangsung hingga akhir November, sebagai bukti komitmen Kecamatan Klabang dalam mewujudkan keluarga yang kuat, aman, dan sejahtera.
Pewarta: Nur Azizah Penyuluh KUA Klabang
Editor: Ali Wafi
