BONDOWOSO, PD. IPARI Bondowoso β Sebanyak 92 Penyuluh Agama Islam Kabupaten Bondowoso mengikuti kegiatan Penguatan Pokja Majelis Taklim Tingkat Kabupaten Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bondowoso di Aula MAN Bondowoso. Kamis, (30/10/2025)
Kegiatan ini menjadi ruang belajar dan refleksi bagi para penyuluh agama dalam memperkuat sinergi dan peran strategis majelis taklim di tengah masyarakat.
Acara dibuka dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars Kementerian Agama, dipimpin oleh Lutfiyatul dan diikuti secara khidmat oleh seluruh peserta.
Dalam sambutannya, Kasi Bimas Islam Dr. H. Suharyono, S.Ag., M.H., menegaskan pentingnya peran penyuluh sebagai penggerak awal sebuah perubahan besar.
βKami berharap seluruh penyuluh dapat saling bergandengan agar fungsi dan peran majelis taklim dapat dioptimalkan,β ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Bondowoso, Dr. H. Moh. Ali Masyhur, S.Ag., M.HI., menekankan bahwa kekuatan umat berawal dari majelis taklim yang hidup dan berdaya.
βMajelis taklimnya kuat, umatnya kokoh,β tegasnya.
Ia juga menitipkan tiga pesan penting bagi para penyuluh agama.
βKuatkan niat dakwah, bangun jejaring dan kolaborasi, serta jaga semangat pengabdian dalam setiap langkah pelayanan umat.β titipnya
Kegiatan ceremonial ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Zaenal Mustofa, memohon keberkahan dan kelancaran seluruh rangkaian acara agar membawa manfaat bagi umat.

Hadir sebagai narasumber, Hj. Siti Nurdiana Kholidah, S.Q., M.Pd., memantik semangat baru bagi para penyuluh agama melalui gagasan βGerakan kecil yang dimasifkanβ.
βKalimat sederhana ini menjadi napas kegiatan hari ini, mengingatkan bahwa perubahan besar tidak selalu dimulai dari panggung megah, melainkan dari niat yang tulus dan langkah yang konsisten,β jelasnya
Dalam sesi pembinaan, Hj. Siti Nurdiana menjelaskan bahwa majelis taklim bukan hanya wadah kajian ilmu, tetapi juga ruang pemberdayaan umat.
βPenyuluh harus menata ulang perannya, bukan sekadar pembimbing, tetapi juga penggerak sosial dan inspirator di tengah masyarakat,β pesannya.
Dari hasil diskusi dan refleksi, dirumuskan bahwa penyuluh seyogyanya terus berinovasi dan berkolaborasi, menjaga komitmen silaturrahmi, memperluas koneksi, meningkatkan kualitas dan potensi diri serta menginternalisasi semangat perubahan.

Selanjutnya Imam Huzaeni, S.Ag. selaku moderator dan Ketua PD. IPARI Bondowoso Β dalam Closing statement, menyampaikan kata-kata dengan komposisi doa dan harapan.
βMajelis taklim bukan sekadar pertemuan, tetapi perhentian jiwa yang mencari arah pulang. Para penyuluh agama datang membawa lentera, mengobarkan semangat dakwah, Β menyemai cinta pada ilmu dan iman. Dari tutur yang lembut lahir kekuatan, dari kebersamaan tumbuh keikhlasan.β tutupnya
Momentum kegiatan ini semakin bermakna dengan adanya penyematan id card Penyuluh Agama Islam secara Β simbolis sebagai bentuk hasil kerja sama antara Kementerian Agama dan Baznas Kabupaten Bondowoso. Penyematan tersebut menjadi simbol pengakuan sekaligus komitmen bersama dalam memperkuat sinergi layanan keagamaan dan sosial kemasyarakatan.
Pewarta: Suβudyah Ningrum
Editor: Ali Wafi
