The Most KUA Kecamatan Pakem, Dorong Pelajar Tunda Nikah Demi Raih Cita-Cita

BONDOWOSO, PD. IPARI Bondowoso  – KUA Kecamatan Pakem Gelar The Most KUA dengan tema “Tunda Nikah, Wujudkan Cita-Cita”sebagai  upaya membangun kesadaran generasi muda tentang pentingnya merencanakan masa depan di Yayasan Hidayatullah, Desa Patemon Pakem, Rabu (4/3/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan pembinaan remaja yang bertujuan memberikan edukasi kepada para pelajar agar memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya mempersiapkan masa depan secara matang, khususnya dalam hal pendidikan dan pernikahan.

Acara tersebut dihadiri oleh para penyuluh agama Islam dan penghulu KUA yang bersama-sama memberikan pembinaan kepada para remaja. Kepala KUA setempat, Nur Muhammad Iskandar, S.H.I, juga hadir sekaligus menjadi pemateri utama dalam kegiatan tersebut.

Kegiatan ini diikuti oleh para pelajar berusia 16 hingga 19 tahun. Mereka diberikan wawasan, motivasi, serta pemahaman tentang pentingnya fokus pada pendidikan dan pengembangan diri sebelum memasuki kehidupan berumah tangga.

 

Kepala KUA, Nur Muhammad Iskandar, dalam penyampaiannya menegaskan bahwa masa remaja merupakan fase penting dalam menentukan arah kehidupan seseorang.

“Remaja adalah generasi penerus yang akan menentukan masa depan bangsa. Karena itu mereka perlu dibekali pemahaman yang benar tentang perencanaan masa depan, termasuk kesiapan dalam membangun keluarga. Pernikahan bukan sekadar persoalan usia, tetapi juga kesiapan mental, pendidikan, dan ekonomi,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa menunda pernikahan hingga memiliki kesiapan yang cukup akan memberikan kesempatan lebih luas bagi remaja untuk meraih cita-cita dan mengembangkan potensi diri.

“Jika pendidikan ditempuh dengan baik dan potensi diri dikembangkan secara maksimal, maka ketika saatnya menikah nanti mereka sudah siap membangun keluarga yang sakinah dan berkualitas,” tambahnya.

Dalam sesi diskusi, para penyuluh agama juga mengajak peserta memahami berbagai dampak yang dapat timbul dari pernikahan dini, seperti terhambatnya pendidikan, kurangnya kesiapan mental, serta tantangan ekonomi dalam kehidupan rumah tangga.

Salah satu penyuluh agama yang hadir menjelaskan bahwa pembinaan kepada remaja sangat penting dilakukan secara berkelanjutan agar mereka memiliki pemahaman yang utuh dalam menghadapi berbagai dinamika kehidupan.

“Remaja perlu mendapatkan ruang dialog seperti ini agar mereka bisa memahami konsekuensi dari setiap keputusan yang diambil dalam hidupnya. Dengan pemahaman yang baik, mereka akan lebih bijak dalam menentukan masa depan,” jelasnya.

Terpantau para pelajar tampak antusias dan aktif berdiskusi mengenai berbagai persoalan yang sering dihadapi remaja saat ini. Diharapkan para pelajar dapat semakin menyadari pentingnya merencanakan masa depan secara matang, sehingga mampu meraih cita-cita dan tumbuh menjadi generasi muda yang cerdas, berakhlak mulia, serta siap membangun keluarga yang berkualitas di masa mendatang.

Pewarta: Tim KUA Kecamatan Pakem