Sinergi Membangun Akhlak: KUA Curahdami Sukses Gelar The Most KUA di SMKS Taruna Husada, Tuai Apresiasi Kankemenag Bondowoso

BONDOWOSO, PD. IPARI Bondowoso – Sebanyak 73 siswa SMKS Taruna Husada mengikuti kegiatan The Most KUA yang digelar oleh KUA Curahdami di Masjid SMKS Taruna Husada, Rabu (4/3/2026) pagi.

Kegiatan yang dimulai pukul 08.30 WIB tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Dr. H. Akhmad Sruji Bachtiar, M.Pd.I., yang hadir secara virtual melalui Zoom.

Dalam sambutannya, Kakanwil Kemenag Jatim menegaskan pentingnya peningkatan kualitas KUA sebagai institusi yang tidak hanya berfungsi dalam pelayanan pencatatan nikah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan dan pendampingan umat.

β€œMari bersama membangun potensi masyarakat dan menyiapkan sumber daya manusia yang unggul untuk melahirkan calon pemimpin masa depan,” pesannya.

Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bondowoso, Dr. H. Moh. Ali Masyhur, S.Ag., M.H.I. Kehadirannya memberikan motivasi tersendiri bagi peserta dan panitia. Ia menyampaikan apresiasi atas inisiatif dan kreativitas KUA Curahdami dalam menyukseskan program The Most KUA.

β€œSaya mengapresiasi setinggi-tingginya KUA Curahdami yang bergerak cepat dan inovatif menghadirkan program ini. Pembinaan remaja seperti ini merupakan wajah baru KUA yang kita harapkanβ€”hadir di tengah masyarakat, menyentuh generasi muda, dan memberi manfaat nyata. Teruslah berinovasi,” ujarnya.

Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi bertema β€œKeistimewaan Bulan Ramadan: Membentuk Karakter Generasi Muda yang Berakhlak Mulia.”

Materi disampaikan secara interaktif oleh Kepala KUA Curahdami, Mukti Ali, S.Pd.I., M.Si., didampingi penghulu dan penyuluh agama Islam setempat.

Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa bulan Ramadan merupakan momentum pembinaan karakter atau madrasah tarbiyah yang sarat nilai pendidikan. Nilai-nilai ibadah seperti puasa, sabar, disiplin, dan kepedulian sosial dinilai relevan dalam membentuk pribadi yang berintegritas dan berakhlak mulia.

Suasana kegiatan berlangsung dinamis dan komunikatif. Antusiasme siswa terlihat dari aktifnya sesi tanya jawab. Sejumlah peserta mengaku memperoleh pemahaman baru tentang makna ibadah Ramadan yang tidak sekadar ritual, melainkan proses pembentukan karakter.

Melalui kegiatan ini, para siswa diharapkan mampu menyambut bulan suci Ramadan dengan kesiapan spiritual yang lebih matang serta mengimplementasikan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari, guna mewujudkan generasi muda yang bertakwa, cerdas, dan berakhlak mulia.

Pewarta: Rizki Firmananda, S.H.I.