BONDOWOSO, PD IPARI Bondowoso β Majelis Taklim Al Ikhlas Grujugan binaan Penyuluh Agama Islam KUA Grujugan menggelar peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW di Aula KUA Grujugan. Jumat (09/01/2026).
Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama Majelis Taklim Al Ikhlas Grujugan, RA Perwanida 02 Grujugan, KUA Grujugan, wali murid RA Perwanida, serta masyarakat sekitar. Peringatan tersebut berjalan lancar berkat dukungan dan sinergi seluruh unsur KUA Grujugan, mulai dari staf, penghulu, penyuluh agama, hingga Kepala KUA.
Kegiatan peringatan Isra Mikraj ini menghadirkan muballigh KH. Nasrullah yang menyampaikan mauidhah hasanah. Acara berlangsung khidmat dan penuh antusiasme sebagai bagian dari upaya penguatan keimanan, ibadah, serta ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.
Kepala KUA Grujugan, Multazam, S.EI, dalam sambutannya menyampaikan bahwa majelis taklim merupakan lembaga pendidikan keagamaan nonformal yang memiliki peran strategis dalam pembinaan umat.
Ia menegaskan bahwa penyuluh agama Islam adalah garda terdepan Kementerian Agama yang berperan sebagai pembina majelis taklim. Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir dampak nyata bagi masyarakat, khususnya dalam peningkatan kualitas ibadah dan penguatan ukhuwah sosial.
βMajelis Taklim Al Ikhlas Grujugan memiliki kegiatan rutin yang istiqamah, di antaranya pembacaan Shalawat Nariyah sebanyak 4.444 kali setiap hari serta pengajian rutin setiap Jumat pagi yang dibina langsung oleh Penyuluh Agama Islam KUA Grujugan. Kegiatan tersebut menjadi sarana pembinaan keagamaan berkelanjutan bagi para jamaah.β ujarnya

Sementara itu, Kepala RA Perwanida 02 Grujugan, Hj. Latifah Ahmad, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan peringatan Isra Mikraj tersebut.
βKegiatan ini memberikan manfaat besar bagi lembaga pendidikan, wali murid, serta masyarakat. Ia berharap kerja sama yang telah terjalin dapat terus berlanjut dan semakin memperkuat rasa memiliki terhadap RA Perwanida maupun KUA Grujugan.β ungkapnya
Dalam mauidhahnya, KH Nasrullah menyampaikan hikmah Isra Mikraj, di antaranya ajakan kepada umat Nabi Muhammad SAW untuk melaksanakan perintah shalat dengan lebih baik, penuh kesadaran, dan keikhlasan. Di akhir tausiyahnya, ia menegaskan pentingnya senantiasa memohon pertolongan kepada Allah SWT dengan meningkatkan kesabaran dan melaksanakan shalat secara istiqamah.
Penyuluh Agama Islam KUA Grujugan, Ifadhatus Syifa, menyampaikan bahwa peringatan Isra Mikraj ini merupakan bagian dari pembinaan keagamaan berkelanjutan di Majelis Taklim Al Ikhlas Grujugan. Menurutnya, sinergi antara majelis taklim, lembaga pendidikan, dan masyarakat menjadi kunci dalam menanamkan nilai-nilai keislaman yang kuat dan membumi.
βMajelis taklim bukan hanya wadah pengajian, tetapi juga ruang pembinaan umat secara berkesinambungan. Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran beribadah, memperkuat ukhuwah, serta melahirkan program-program lanjutan yang menyentuh kebutuhan keagamaan masyarakat,β ungkapnya.
Pada kesempatan terpisah, Ketua PD IPARI Bondowoso, Imam Huzaeni, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai kegiatan ini merupakan wujud nyata sinergi antara penyuluh agama dengan berbagai pihak, sehingga peran penyuluh benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
βKegiatan seperti ini perlu terus ditingkatkan dan dikembangkan, tidak hanya sebatas peringatan hari besar Islam, tetapi juga diarahkan pada program pemberdayaan umat, seperti pengentasan buta aksara Al-Qurβan dan pembinaan tahsinul qiraβah bagi wali murid RA Perwanida 02 Grujugan. Dengan demikian, keberadaan penyuluh agama dapat memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kualitas keagamaan masyarakat,β tutupnya.
Pewarta: Baihaki (Penyuluh Agama Islam KUA Grujugan)
