BONDOWOSO, PD. IPARI Bondowoso – Penyuluh Agama Islam Kecamatan Klabang menjadi narasumber dalam kegiatan pertemuan rutin yang digelar PAC Muslimat NU dan Fatayat NU Kecamatan Klabang. Sabtu, (22/11/2025)
Pertemuan tersebut mengusung tema “Bijak dalam Beragama: Muslimah sebagai Agen Moderasi dan Toleransi” sebagai upaya memperkuat pemahaman keagamaan yang moderat serta meningkatkan kontribusi muslimah dalam menjaga kerukunan di tengah masyarakat.
Dalam penyampaiannya, penyuluh menegaskan bahwa moderasi beragama merupakan prinsip penting yang harus dimiliki setiap muslimah, terutama menghadapi perkembangan sosial dan derasnya arus informasi digital.

Ia mengingatkan para peserta agar senantiasa merujuk kepada sumber keilmuan yang valid dengan belajar kepada guru yang memiliki sanad keilmuan yang jelas.
“Di era digital saat ini, banyak informasi keagamaan berseliweran tanpa filter. Karena itu, penting bagi kita untuk tidak hanya mengandalkan YouTube atau Google tanpa pendampingan dari ahlinya. Belajar dari guru yang memiliki sanad keilmuan yang benar adalah kunci agar tidak terjebak pemahaman yang keliru,” jelasnya.
Penyuluh juga menyoroti bahaya sikap merasa paling benar yang dapat menimbulkan perpecahan dan memicu perilaku mendoktrin atau menghakimi pihak lain. Ia menekankan bahwa kedewasaan dalam beragama, sikap terbuka, dan kemampuan memahami perbedaan adalah bagian dari ajaran Islam yang penuh rahmat.
“Menganggap diri paling benar dapat melahirkan konflik. Karena itu, sebagai muslimah kita harus mampu menjadi penyejuk, penguat harmoni, dan teladan dalam menghargai perbedaan,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, PAC Muslimat NU dan Fatayat NU Kecamatan Klabang diharapkan mampu memperkuat peran strategis muslimah sebagai agen moderasi beragama, penyebar nilai-nilai toleransi, serta penjaga harmoni sosial di lingkungan masing-masing.
Pertemuan berjalan dengan interaktif dan penuh antusiasme, menunjukkan komitmen kuat organisasi perempuan Nahdlatul Ulama ini dalam menjaga keberagamaan yang ramah, damai, dan mencerdaskan.
Pewarta: Nura Widya Iswari Penyuluh KUA Klabang
Editor: Ali Wafi
